Tidak semua wanita seberuntung Nina, mendapatkan seorang suami seperti Aldio yang mau berjuang sampai saat ini, demi mempertahankan rumah tangganya. Dari awal pernikahan, bagi Nina Dio adalah penyelamat hidup. Bagaimana tidak, Aldio bersedia menikahinya padahal ketika itu, Nina sama sekali belum memiliki rasa apapun. Sampai satu hari dia mulai terbiasa kehadiran Aldio. Malam itu keluarga Nina dan Rey saling bertemu. Nina yang terpaksa terlihat anggun, tetap memaksa ketidaksukaannya kepada Rey. "Nina, bagaimana kalau kita berjalan sekitar villaku ini." Nina menyipitkan matanya sinis, dia sangat lelah berhadapan dengan Rey yang licik. "Rey, menurut tante biarkan Nina makan dulu." Ucap Namira yang menghalangi Rey mendekati putrinya. Nina memandang Namira, lalu tersenyum. Ia merasa lega, l

