Pagi harinya Aldio dan Nina sudah berada di rumah lamanya. Sesuai dengan yang Stefi minta, ia ingin menemui Nina. Mungkin Nina bisa memaafkan Stefi tapi Shella, rasanya ia tak bisa menahan amarah merenggut hatinya. Apalagi mengingat ketika Aldio terbaring di rumah sakit, belum lagi wanita itu berani menculik putrinya. "Hemm.. Nina, apa kabar?" basa-basi Stefi yang menyapa Nina. Wanita melirik, lalu menghela napas kasar. "Baik." Jawab Nina singkat dengan ketus. Aldio tahu Nina tidak mungkin mudah memaafkan seseorang yang telah menganggu rumah tangganya. "Kamu ngapain bawa aku kemari?" bisik Nina dengan Aldio. "Stefi yang minta." Balas Aldio. Tak lama Shella menghampiri mereka, Nina semakin panas. Matanya menatap tajam Shella lalu beralih pada Stefi. Ia pikir tadinya Aldio ingin me

