54. The End

1719 Kata

Aldio merasakan lega di dadanya, tidak ada sesak lagi harus menghantamnya. Tapi tidak bagi Nina, ia justru mendapatkan perasaan aneh. Wanita itu merasa jika ini belum selesai. Masih ada yang belum tuntas. Saat ini Nina berada di rumahnya, begitu pula dengan Aldio yang setelah menjemput Dini bergegas bertemu keluarga Nina. "Aduh.. Keponakan opah udah datang." Ucap Bayu melihat Dini yang berpangku manja pada Aldio. Bayu rasanya kehilangan muka kepada Aldio. "Opah.. Kok lihat papah gitu." Ucap Dini polos yang menyadari jika Bayu menatap Aldio dengan maya berkaca-kaca. "Dini.. Bisa main dengan omah dan mamah dulu sana. Opah ingin bicara sama Papah dulu." Dini beronjak turun dari pangkuan Aldio, lalu berlari riang menuju kamar Nina. "Dini, pelan-pelan jangan lari ntar kamu jatuh sayang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN