#34 - Menginginkanmu

1308 Kata
Kirana terus memberontak mencoba melepaskan diri dari Rey yang terus memaksanya. "J-jangan lakukan ini, Rey! Aku mohon!" Kirana memohon pada Rey dengan lirih. Tubuhnya bergetar nikmat karena sentuhan Rey yang sangat intens. Tangannya mencoba menahan tangan Rey yang bergerilya dengan lincah di tubuhnya. Rey melepaskan ciumannya dari bibir Kirana. Kini bibirnya turun menyusuri leher jenjang Kirana. Menghisapnya kuat dan meninggalkan jejak kepemilikan disana. Dia melepaskan remasan tangannya pada p****t Kirana. Sesekali dia menggesekkan bagian tubuh bawahnya yang sudah mengeras sempurna itu di ujung s**********n Kirana. Kirana terisak dalam diamnya sambil terus menutup matanya. "Ran?" Panggil Rey dengan suara berat yang b*******h. Dipandangnya dalam wajah Kirana yang ketakutan. Mengisyaratkan sesuatu yang membuat Kirana bergetar. Mata Kirana terbuka sedikit lalu menggeleng kepalanya pelan. "Jangan, Rey!" Jawabnya lirih. "Aku menginginkanmu saat ini juga" Suara berat Rey seperti memohon dengan sangat. "Rey!!!!!" Kirana mengumpulkan sisa tenaganya untuk berteriak dan menahan Rey ketika tangan Rey berusaha menelusur kebawah tubuhnya. "Aku sedang datang bulan!" Ucapnya lirih. Tangan Kirana sudah menahan tangan Rey di bawah sana. Tampak sekali raut kecewa di wajah Rey yang menemukan benda lembut yang menutupi celah dipangkal s**********n Kirana. Dia melupakan hal itu karena terburu nafsu. Dia mengusap wajahnya kasar. ** At James mansion. James sedang berada di kamarnya tengah bermain dengan wanita barunya. Hal ini menjadi kesempatan bagi Kinara yang masih dikunci didalam salah satu kamar mansion James. "James sialan itu pasti sedang menggilir wanita lain. Dasar psikopat gilaa!!!" Kinara mondar mandir dengan wajah gusar. Tok tok "Masuk" Pintu dibuka dari luar. Seorang pelayan masuk membawakannya sebaki makanan untuknya makan malam. "Permisi, non. Tuan James meminta saya membawakan makan malam untuk nona" Pelayan itu melihat sekitar apakah disana aman tanpa ada seseorang disana. Dia sengaja meletakkan makananan untuk Kinara di nakas samping ranjang. Tempat blind spot dari cctv yang berada di kamar Kinara. "Ada serbetnya dibawah piring. Saya permisi nona" Pelayan itu memberi kode dengan matanya. Posisinya membelakangi cctc. Kinara masih bingung, biasanya pelayan yang datang tidak pernah mengatakan apapun padanya. Setelah pelayan itu pergi, Kinara menghampiri makan malamnya. Dia menatap sebaki makanan itu, namun tak ada serbet disana. 'Apa maksudnya serbet!?' Dia kemudian mengangkat piring makannya. 'hah!!?? Kunci!!!! Apa ini kunci kamar ini!!???' Kinara meloncat kegirangan dalam hati sambil menggenggam kunci kamarnya erat. 'Aku harus segera keluar dari sini!' Kinara masih melihat beberapa penjaga di depan pintu kamarnya. "Ssiaal! Sepertinya aku harus menunggu lebih lama lagi" Sayu-sayu dia mendengar suara telapak sepatu beberapa pria besar menjauh dari kamarnya. Dia mencoba mengintip kembali dari balik pintu kamarnya. "Astaga!!!!? Lo ngagetin gue!" "Cepetan keluar sekarang atau lo gak bakalan bisa keluar lagi dari sini!" "Siapa lo??!" "Lo nggak perlu tau siapa gue! Cepetan pergi atau lo gak bakalan bisa keluar lagi dari sini!" Kinara yang masih bingung akhirnya segera keluar dari pintu kamar dan berlari lewat jalan yang ditunjukkan seorang wanita sexy yang membantunya. "Cepetan lewat sini!" Sepertinya wanita ini sangat mengenal setiap sudut mansion James dan sangat hafal dengan sudut blindspot cctv tentunya. Mereka terkejut ketika melihat James yang sudah berada di luar kamarnya dengan hanya berbalut handuk yang menutupi pinggulnya. "Ssial! James sudah selesai" Gumam wanita sexy itu. Wanita itu lalu mengambil paksa outer piyama tidur milik Kinara dan menyeret Kinara berlari mencari jalan keluar lain. James yang selalu waspada menyadari ada pergerakan aneh dari seseorang disudut sana tempat Kinara dan wanita itu bersembunyi dari James. Dia segera berlari dan sialnya dia tidak menemukan apapun disana. James yang curiga dengan apa yang terjadi tadi segera menuju kamar Kinara untuk mengecek keberadaannya. Disana tak ditemukan bodyguard yang menjaga pintu kamar Kinara dan membiarkan pintunya terbuka tanpa penghuninya disana. "Siaaall!!! Kemana semua penjaga??!!! Kenapa menjaga satu orang saja tidak becus! b******k!!!!!!" James berlari menuju kamar pribadinya, dia meraih telepon rumah dan menekan nomor pos satpam. "Jaga pintu keluar! Jangan sampai ada yang boleh keluar dari sana satu orangpun!" Satpam yang berjaga malam ini bergegas mengunci seluruh pintu gerbang dan menjaganya lebih ketat. "Sial! James sudah menyadari kamu menghilang! Cepat lewat belakang!" Kinara hanya menurut dan tanpa membangkang. Dia hanya mengenakan piyama tidur dari satin berwarna hitam pekat tanpa outer. Karena outernya yang sudah berpindah pemilik. 'Siapa cewek ini! Kenapa dia membantuku keluar dari sini!!?' Kinara terus bergumam dalam hatinya. Tentu saja dia ragu awalnya. Tidak mungkin wanita ini membantunya tanpa alasan. "Tunggu dulu! Sebenarnya siapa kamu!? Apa maumu membantuku!?" Kinara akhirnya bertanya kepada wanita sexy yang membantunya setelah sampai di dekat dinding yang akan memberinya akses keluar mansion James. "Lo gak perlu tau! Yang gue inginkan sama seperti yang lo harapkan! Jadi sekarang juga enyah lo dari sini!" Dia mendorong Kinara agar bergegas keluar, namun tak sampai membuat Kinara jatuh. Wanita itu dengan cepat membuka ikatan rambutnya dan membiarkannya tergerai seperti rambut Kinara. Dan berlari entah kemana. Wanita itu berlari dengan sembunyi-sembunyi seolah sedang menjadi buronan. Dia berusaha mengalihkan perhatian James dan bodyguardnya. "Disanaa!! Kejar diaa!" Teriak seseorang yang melihat sekilas wanita itu yang tengah berlari. Mereka dengan cepat berlari menyusul wanita itu. Hingga salah satunya berhasil menangkapnya. "Selen!!?" Ucap James ketika dirinya menemukan wanita itu dan menyibak rambutnya. "James!!? Kenapa kalian menangkapku!!!?" Bodyguard James berhasil menangkap Selena di sudut mansion yang jauh dari lokasi Kinara sebelumnya. "Sedang apa kamu diam-diam sembunyi seperti ini!!!?" "Aku takut. Aku mendengar bodyguardmu berteriak-teriak! Ku kira sedang ada perampok makanya aku bersembunyi takut pada perampok itu!!" Ucap Selena panjang lebar dengan nada memelas dan manja. James berusaha percaya. Selena adalah salah satu wanitanya James. Namun James berjanji padanya hanya akan menikahi Selena nantinya. Tanpa sepengetahuan James, Selena selalu membuat kabur wanitanya. Hingga hanya dialah satu-satunya wanita untuk James. "Sialaan!!!! Kita kehilangan jejak wanita b******k itu!!!" James berteriak pada para bodyguardnya yang hanya diam karena salah tangkap. Sedangkan di sana, Kinara sudah menaiki tangga yang di siapkan wanita itu sebelumnya dan Kinara dengan cepat berhasil keluar dari mansion James tanpa diketahui oleh penjaga. ** Sekuriti dan pekerja jaga malam baru saja datang setelah hampir pukul 10 malam bersama Delon. Mereka terkejut mendengar bahwa atasan mereka masih terkunci di dalam area pabrik. Delon pun langsung meluncur setelah melihat pesan yang dikirim Kirana. Dia terlambat membuka pesannya karena ketika sampai dirumah, Delon selalu mengutamakan kebersamaan dengan keluarganya apalagi ini weekend. "Pak Reyfano?? Bu Kirana!!??" Dengan nafas terengah-engah, pria paruh baya itu menghampiri Rey dan Kirana, matanya membelalak dan langkahnya terhenti karena terkejut dengan apa yang dilihatnya. "Syukurlah kalian tidak apa-apa!" Tentu saja Rey segera menghentikan aksinya setelah mendengar suara benda jatuh yang mengusik mereka. Tak lama mereka mendengar bunyi keramaian dari depan area pabrik. Dia dengan cepat memakaikan kembali baju Kirana dan membantu merapikannya sebelum semua orang menemukan mereka. "Maafkan saya, pak Rey!! Saya sedang bersama keluarga saya saat bapak menghubungi nomor saya. Saya minta maaf!!" Ucap Delon pada Rey seraya membungkukkan badannya. Rey beranjak dari duduknya menghampiri Delon. "Maafkan kelalaian pekerja saya juga, pak. Saya akan bertanggung jawab karena kesalahan mereka tidak mengecek terlebih dahulu!" Lanjutnya. "Tidak apa-apa, pak Delon" Rey melirik kembali Kirana yang masih diam tanpa kata. "Kami yang salah karena masuk area pabrik tanpa pemberitahuan kepada sekuriti" "Tapi. Ada hal apa hingga pak Rey dan bu Kirana kembali ke dalam pabrik?" "Kami ketinggalan sesuatu saat survey tadi. Tapi sudah ketemu sekarang. Tenang saja" "Bapak yakin tidak apa-apa?" Rey hanya mengangguk. Lalu dia mengalihkan pandangannya pada Kirana yang berdiri terdiam dibelakang Rey. "Bu Kirana baik-baik saja???" "I-iya, pak Delon. Terimakasih sudah membantu kami" Ucapnya lirih. Delon sedikit kaget dengan penampilan Kirana. Dia menatap Rey curiga dan sedikit memahami keadaan mereka sebelumnya. Dia menyunggingkan senyuman yang berusaha dia tutupi. "Pak Rey dan bu Kirana lebih baik menginap saja malam ini di rumah saya. Kalian tidak mungkin perjalanan jauh dalam kondisi seperti ini dan juga hari sudah larut malam" "Terimakasih atas tawarannya, pak Delon. Antarkan saja kami ke hotel terdekat agar bisa membersihkan diri dan istirahat sejenak disana lalu kembali pulang" "Baiklah, pak Rey. Mari saya antar bapak dan bu Kirana ke hotel terdekat"   - Bersambung -
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN