Teguh tertawa, lalu... “Tidak masalah, aku bisa mencucinya sendiri. Ngomong-ngomong... kau tidak terluka, ‘kan?” “Tidak, aku tadi buru-buru, aku mau...” Hanum menghentikan ucapannya, ia teringat kalau ia berlari dari apartemen Reyno karena mau pulang ke rumah. “P-pak, bisa antarkan aku pulang?” “Pulang? Maksudmu... kau tidak tinggal di sini?” “Tidak, aku tidak tinggal di sini. Aku mau pulang, bisa antarkan aku pulang?” Hanum menangkup kedua tangannya di d**a. “Tapi aku buru-buru... aku sedang menjemput seseorang dan juga akan mengantarkannya pulang.” “Kalau begitu... apa bisa aku minta uang? Aku tidak punya uang untuk bayar taxi pulang,” pinta Hanum dengan suara memelas. Teguh merogoh dompet dari saku celana, ia lalu mengeluarkan dua lembar uang seratus ribu dan memberikannya pad

