“Num, kita makan malam nya di sini saja,” teriak Reyno pada Hanum. “Kau tetap harus masak,” bisiknya pada Mela. “Dan Hanum... ada yang mau Mas bicarakan. Kita bisa bicara di sini, kan?” Reyno mengambil tempat duduk di depan Hanum. Saat ini, ia akan menanyakan kepada Hanum sesuatu yang ada hubungannya dengan ancaman Maya siang tadi kepadanya. Mela menyiapkan bahan makan malamnya, sesekali ia melirik pada Reyno dan Hanum yang terlibat pembicaraan serius. “Tidak, Mas... aku tidak pernah bercerita pada siapapun,” ungkap Hanum. “Kau yakin, Num? Mungkin tanpa sengaja kau mengatakannya,” tanya Reyno penuh selidik. Reyno tau, Hanum tidak mungkin untuk menceritakannya tapi bisa saja gadis itu mengatakan jika ia sudah di desak oleh dua orang wanita yang selalu ingin perkataannya di turuti, May

