Sesuai dengan janjinya pada Mela, habis makan siang ini Reyno akan ke rumah sakit untuk menemui Aarick. Ia juga akan menjalanai beberapa tes untuk memeriksa kecocokan apakah ia layak untuk menjadi pendonor Aarick atau tidak. Sebelum Reyno keluar ruangan, Irene memberi tahu Reyno jika seseorang memaksa untuk bertemu. “Siapa?” tanya Reyno gusar. “Pak Teguh, katanya sangat penting.” Mendengar Irene menyebut nama Teguh, Reyno sudah tau siapa yang akan menemuinya dan Reyno juga sudah menebak apa maksud kedatangannya. “Suruh masuk dan bawakan minuman dingin,” perintah Reyno. Teguh mengetuk pelan pintu ruang kerja Reyno, lalu pintu itu ia buka perlahan. “Ada apa?” tanya Reyno, pria itu langsung bangkit dari duduknya dan membawa Teguh untuk duduk di sofa. “Apa tidak ada syarat lain selai

