Aku Mohon, Mas!

1114 Kata

Reyno menghentikan langkahnya ketika Mela kembali mencegatnya di lobby kantor pagi ini. Wajah wanita itu terlihat lelah. Matanya bengkak, Reyno yakin jika ia pasti menangis semalaman. Reyno juga begitu, ia tidak bisa tidur nyenyak karena wajah Aarick mengisi kepalanya. Beberapa kali Reyno terbangun malam membayangkan Aarick yang kejang-kejang. Reyno memang tidak melihat dengan mata kepalanya namun ia bisa membayangkan jika kondisi Aarick saat itu pasti sangat memprihatikan, terlihat dari wajah dokter dan perawat yang berlarian ke kamar Aarick. Reyno tidak bicara apapun, ia menatap Mela sebentar lalu kembali berjalan menuju lift. Langkahnya ia pelankan supaya Mela tidak kesusahan ketika mengikuti nya dari belakang. Keduanya tetap diam ketika berada di dalam lift, Mela tidak bicara apapun b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN