Reyno segera bangkit dan keluar dari ruangan Fathir. Ia melangkahkan kakinya ke ruang nuri, tempat Aarick di rawat. Reyno terlihat ragu, ia sudah berdiri di depan ruang nuri. Satu tangannya sudah terangkat hendak memutar ganggang pintu. “Apa yang harus aku katakan sebagai alasan nanti ketika melihat Aarick?” tanya Reyno di dalam hati. Kemudian Reyno menarik tangannya yang tadi menggantung, seiring dengan suara seseorang yang memanggil. “Mas!” Reyno menoleh ke belakang, Hanum datang dan memanggilnya. “Mas ngapain di sini?” tanya Hanum mendekat. “Tidak ada, kau ngapain ke sini?” Reyno balik bertanya. Ia lalu membawa Hanum menjauh dari ruang nuri. “Mencari Mas, Aku mau minta tolong,” ujar Hanum memberi tahu. “Kenapa gak minta tolong sama temen Mas, dia masih di sana kan?” “Hehee...

