Chapter 72, Foto Rayan “Kalau kau tidak mau, aku akan antar kau pulang dulu. Aku janji tidak akan lama dan akan mengantarkan Aarick pulang tak kurang satupun.” Mela terdiam, ia memikirkan perkataan Reyno. “Aku ikut... aku mau pergi ke rumah Mama.” Mela memutuskan untuk menemani Aarick bersama Reyno. Ia ingin melihat ekspresi Maya saat bertemu dengannya. Apakah mertuanya itu masih menatapnya dengan penuh kebencian seperti beberapa tahun yang silam? Mertua? Mela tersenyum kecil, bagaimana bisa kata mertua masih ia sematkan pada wanita itu sementara kehadirannya sama sekali tidak pernah diharapkan? Masih terbayang oleh Mela bagaimana wajah lesu Rayan memasuki mobil ketika penjaga rumah mereka tidak mau membukakan pintu karena Rayan datang bersama dirinya. Kata-kata bijak ia ucapka

