Ilham mendekap Dela lebih erat, seolah mengatakan bahwa sekarang Dela tidak sendirian, ada Ilham yang akan terus bersamanya. "Aku menyesal memergoki b******n itu pacaran. Aku menyesal pulang ke rumah waktu." Dela tak henti menjatuhkan air matanya, padahal tak sedikitpun air mata yang jatuh, membuat beban yang ditanggungnya berkurang walau sedikit. Dela menceritakan prihal bapak tirinya yang berselingkuh dengan Ibu Tumini, ya ... Perempuan yang katanya istri seorang ustadz di kampung Dela itu bahkan sampai tega menyebar fitnah. Mengatakan Dela sebagai perayu, membuat hampir semua orang kampung menggunjingnya dan mengucilkannya. "I-ibu Tumini?" Ilham terbata. Seketika dia teringat dengan nomer baru yang menghubunginya kemaren. "Kamu ingat tidak nasehat ibu saat menyuruh kamu bersaba

