Pagi yang dinantikan Ilham pun tiba. Di dapur sudah terdengar suara alat masak, pasti istrinya sedang menyiapkan makanan untuk sarapan mereka. Ilham sama sekali tak berminat untuk keluar kamar, dia tetap duduk diam di atas sajadahnya setelah usai sholat subuh tadi. Bukan ngaji, bukan juga zikir, dia hanya duduk merenungkan semua yang sudah dia dengar kemaren siang. Huft ... Nanti aku akan tahu, jadi ga perlu emosi sekarang. Tahan dulu semuanya. Dela ga mungkin bohong. Ilham terus mengirimkan sinyal positif ke otaknya agar tak terus menerus mempengaruhi hatinya yang cinta tulus dengan Dela. "Mas, ayo sarapan dulu. Katanya abis ini mau pergi," seru Dela dengan setengah berteriak. Ilham memenuhi panggilan itu, disantapnya makanan yang sudah dimasak istrinya dengan perasaan yang mas

