Bukan sesuatu yang salah

1010 Kata

Dela meringkuk di atas kasur. Tubuhnya berbalut selimut yang Ilham ambil sebelum lelaki itu masuk ke dalam kamar mandi. Malam sudah menunjukkan pekat di langit, terlihat dari jendela yang tirainya masih terbuka di sana. Enggan sekali Dela bangkit untuk menutupnya. Tak ada sedikitpun niat di hati Dela untuk berbuat sesuatu pun sekarang, rasanya dia hanya ingin menangis dan menumpahkan semua luka hatinya. Luka yang dibuat oleh lelaki yang dicintainya yang tak lain adalah suaminya sendiri. Gelap di langit, seolah menunjukkan seperti itu juga hati Dela sekarang. Suara air dari kamar mandi terdengar, itu Ilham yang sedang membersihkan diri setelah tadi membuat Dela menangis dan mengerang karena serbuannya yang penuh paksaan. Kenapa, Mas? Bagi Dela, Mas Ilham nya tak ubahnya sepert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN