PROLOG
"Argh!" Sarah mengerang. Rasanya sakit tidak tergambarkan, saat Junior Reza menembus miliknya, dalam sekali sentak. Menggunakan insting dan nalurinya, Reza tidak buru-buru bergerak, ia diam lebih dulu.
Tangannya meremas p******a mengkal Sarah, memainkan putingnya. Reza menutup mulut Sarah, yang masih merasakan sakit dengan ciuman. Ciuman yang membuat Sarah, lemas dan melupakan rasa sakitnya.
Reza bisa merasakan bahwa Sarah mulai menyesuaikan, dengan miliknya. Reza memaju mundurkan, tubuhnya awalnya perlahan. Sarah mendesah, tangannya bergerak meremas p******a miliknya sendiri. Saat merasakan tubuhnya mulai tidak, terkendali.
Rasa perih, sakit, geli, gatal menyatu, tapi ada perasaan mabuk yang Sarah tidak mengerti. Apalagi saat Reza mempercepat, gerakannya. Sarah semakin meracau tidak terkendali. Sarah menjerit saat sampai puncaknya.
Sarah terkulai, dan tertidur karena kelelahan. Reza juga kelelahan, sebelum berbaring disamping Sarah, ia membersihkan bercak darah dipaha gadis itu. Lalu terkulai disamping Sarah.
Pukul lima pagi saat Sarah terbangun dilantai dingin perpustakaan. Ia merasakan sakit di seluruh tubuhnya, terutama dibagian yang paling intim.
Ingatan semalam menghantam otaknya, menyentaknya bangun seketika. Ia menatap tubuhnya yang telanjang, tanda-tanda kemerahan menyebar di seluruh tubuhnya. Sarah menangis, ia menahan isak tangisnya. Yang ia jaga selama ini telah dirampas
*****