LaD - mereka yang tidak memiliki tujuan

2092 Kata
LaD - mereka yang tidak memiliki tujuan Erix mengedarkan pandangannya ketika dia mulai masuk ke dalam sebuah gua yang menuju ke salah satu tempat di mana sebuah tambang besar berada di dalamnya, dia benar-benar terkejut saat mendapati ada sebuah tambang di dalam sana. Dan pantas saja Dino mengatakan jika tambang ini adalah salah satu aset berharga milik kerajaan. Lalu apa jadinya jika dia menghancurkan tempat ini hingga tak tersisa? Apakah dia akan menjadi buronan kerajaan? Tidak-tidak, dia tidak akan melakukan hal itu. Karena dia hanya ingin hidup damai tanpa harus dikejar-kejar oleh banyak orang. "Kau tahu? Berapa banyak orang yang di tahan di tempat ini?" Tanya Dino tiba-tiba, saat ini dia tengah memimpin jalan menuju tempat di mana para orge di taha. "Tidak... Memang penting untuk gue tahu?" "Setidaknya pengetahuan baru untukmu." "Pengetahuan? Gue nggak tertarik. Malah gue tertarik dengan kata-kata Lo yang mengatakan iblis sebelum ini." "Iblis?" Dino mengernyitkan keningnya, dia menoleh sebentar menatap Dino dengan tatapan tak percaya. "Kenapa kau ingin tahu tentang iblis?" Erix mengedikkan bahunya pela. "Entah, gue cuma penasaran dan inget sama janji lama, dan kebetulan Lo pernah ngomong tentang iblis, jadi kenapa nggak sekalian gue tanya ke Lo." "Apa yang ingin kau tahu tentang iblis?" "Raja iblis, inti dari semua kegelapan yang ada." "Jangan bodoh, untuk apa kau mencari tahu tentang raja iblis? Jika kau ingin mengalahkannya maka urungkan saja, kau hanya akan mati konyol jika menghadapi mereka." Karena sejatinya, Dino sendiri belum pernah menghadapi raja iblis secara langsung, dia hanya menghadapi salah satu iblis terkuat yang membuat dirinya hampir kalah dan hampir mati di sana, entah apa jadinya jika dia berhadapan dengan raja iblis sekalipun. Ketika melawan bawahannya saja dia sudah kerepotan. "Aku pernah hampir mati karena menghadapi salah satu bawahannya, jadi aku sarankan, jika kau memiliki dendam kepada raja iblis. Maka urungkan saja, kau hanya akan mati konyol jika menghadapinya." Mereka mulai melangkah pelan, sedangkan Erix terdiam sejenak saat mendengar kalimat itu dari Dino, entah seberapa kuat sosok yang akan dia cari tahu kelak untuk menepati sebuah janji dari sang naga, tapi sepertinya sosok itu benar-benar kuat hingga banyak orang yang merasa takut karenanya, bahkan Dino yang memiliki kekuatan luar biasa saja ketakutan karenanya. "Gue nggak tau, tapi yang jelas gue bakal cari informasi tentang raja iblis, kalaupun gue sanggup gue akan mengalahkan dia dan membalaskan dendam lama teman gue." "Dendam lama?" Erix mengangguk pelan. Karena seperti itulah yang pernah naga ucapkan kepada dirinya "Siapa orang bodoh yang memiliki sebuah dendam kepada raja iblis? Aku yakin dia sudah mati karena menyimpan dendam itu." "Tidak juga, dia masih hidup sampai sekarang, dan tengah menderita karena kelakuan dari sang raja iblis, maka dari itu untuk membebaskan penderitaan yang dia miliki. Aku harus mengalahkan raja iblis dan membuat penderitaannya berakhir saat itu juga." Dino melirik Erix dari ekor matanya. Di tertegun sejenak ketika mendengar ucapan pria itu, seolah apa yang dia katakan benar-benar akan dia lakukan, entah itu akan berhasil atau tidak tapi dari raut wajah Erix jelas mengatakan jika dia ingin melakukannya. "Jadi kau akan melakukannya?" "Tentu saja, gue akan tetap mencari informasi tentang raja iblis dan mengalahkannya." "Walau aku mencegah mu untuk pergi?" Erix terkekeh pelan. "Gue nggak yakin Lo bakal cegah gue, karena gue yakin Lo pasti bakal ikut gue karena rasa penasaran Lo itu." Dan saat itu juga Dino tertawa sangat keras. Dia menoleh dengan raut wajah bahagian di sana. "Kau benar-benar sudah mengenal diriku, Erix." "Bukan mengenal, tapi dari raut wajah Lo udah tergambar jelas kalo Lo tetep bakal ngikutin gue kemanapun gue pergi. Apalagi pas denger gue akan menghadapi raja iblis, gue yakin Lo udah berkobar-kobar di sana dengan rasa penasaran yang Lo miliki itu." "Hahaha, tentu saja, jika aku melewatkan kesenangan ini, maka aku hanya akan menjadi orang bodoh, karena bagaimanapun kau akan memberiku kesenangan lebih setelah ini." "Jangan terlalu berharap." "Tidak, aku tidak berharap banyak, bahkan aku akan membantumu untuk menyiapkan segalanya." Dia menoleh menatap Erix dengan senyum lebar yang membuat dadanya berdetak cepat saat membayangkan apa yang akan dia dapatkan nantinya. Kesenangan yang luar biasa dari setiap pertarungan dan perjalanan yang tak bisa membuat dirinya ingin berteriak karena rasa senang itu. "Gue mengandalkan elo." Ucap Erix akhirnya, mau tak mau dirinya harus meminta bantuan Dino, karena bagaimanapun juga Dino adalah orang yang mengetahui banyak hal di dunia ini. Mendapatkan seorang pemandu di tengah perjalanannya? Benar-benar keberuntungan yang luar biasa, apalagi Dino memiliki kekuatan yang bisa diandalkan untuk sebuah pertarungan kecil. "Kita sudah sampai." Dino menghentikan langkahnya, dia berdiri dengan mata menatap lurus di bawah sana. Sebuah tempat pertambangan dengan minim udara dan cahaya, tempat yang benar-benar pengap dan membuat orang-orang di sana seolah tersiksa harus bekerja tanpa sebuah oksigen yang memadai. Lorong yang di tuju Erix dan Dino adalah sebuah lorong yang menuju ke dasar gua yang memiliki material cukup banyak dan menjanjikan. Erix terdiam sejenak, tangannya mengepal kuat saat melihat bagaimana para orge diperlakukan di sana, dia benar-benar tidak habis pikir oleh apa yang di lakukan oleh para elf sialan. Padahal dia sudah membantu mereka untuk mengalahkan demon orge, tapi dengan lancangnya mereka membuat sebuah keputusan tanpa persetujuan dari dirinya. "Jangan terpancing amarah. Jika kau melampiaskan kekuatan mu, maka aku yakin tempat ini akan hancur. Dan banyak orge yang mati karenanya." Ucap Dino saat menyadari energi sihir Erix meluap di sana, kemarahan ltu tentu tidak bisa dihindarkan lagi, apalagi ketika melihat para orge hang harusnya di selamatkan oleh Erix malah mendapat kesengsaraan seperti ini. "Gue nggak habis pikir sama kalian...." Desis Erix pelan. "Apa ini cara kalian berterima kasih, dengan membuat gue marah dan melakukan tindakan bodoh tanpa meminta konfirmasi dari gue?" Erix benar-benar marah saat melihat apa yang ada di hadapannya sekarang, sebuah tempat yang sangat luas dengan banyak orge yang di tahan, tangan dan kaki mereka di rantai dan mereka di paksa untuk bekerja dalam keadaan oksigen yang tidak memadai. Di mana sebenarnya otak mereka? Memaksa orang yang sudah tidak berdaya untuk bekerja, sedangkan mereka malah asik duduk dan menghabiskan waktu untuk menonton sebuah pertarungan di arena dan memasang taruhan. "Apa kalian ini adil?" Tanya Erix lagi, dia menoleh menatap Dino dengan marah. "Kalian yang memiliki hidup abadi, menghabiskan hari-harinya kalian dengan kesenangan konyol di luar sana, bertaruh dari sebuah pertarungan hanya untuk membunuh kebosanan yang kalian miliki, tapi di sini di tempat ini, kalian malah menyiksa orang-orang yang jelas sudah tidak berdaya. Dan belum tentu memiliki umur panjang seperti kalian, lalu jika mereka mati di tempat ini, apa kalian peduli?" Erix sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi, Hal ini benar-benar kelewatan dengan perlakuan keji dan konyol dari orang-orang egois di sana. "Tidak, semua ini tidak seperti apa yang kau bayangkan." Cegah Dino saat amarah Erix meluap-luap di sana. "Dengarkan aku, aku bisa menjelaskannya." "Nggak usah banyak bacot, kalo Lo mau ikut gue, bebasin mereka sekarang, atau gue sendiri yang akan turun tangan dan menghancurkan semua tempat ini." Dino jelas panik dengan ancaman itu, bukan karena dia takut jika Erix akan menghancurkan tempat ini. Tapi dia takut jika Erix akan meninggalkan dirinya, atau malah menghabisinya di tempat ini. "Oke, tenangkan dirimu. Aku akan membebaskan mereka semua." Dino segera melompat turun, lalu berjalan ke arah penjaga yang ada di sana. Dan tak sampai di sana, dia langsung memberi sebuah tendangan telak kepada seorang elf yang tengah menyiksa seorang orge yang sudah tidak mampu bekerja lagi. "Apa yang kau lakukan bodoh!" Desis Dino dengan mata nyalang di sana. Dia sendiri baru mengetahui jika para penjaga elf di tempat ini melakukan tindakan bodoh dengan menyiksa seseorang yang jelas-jelas sudah tidak berdaya untuk melakukan sebuah pekerjaan. Penjaga elf itu mendongak marah saat dirinya mendapat serangan seperti itu, tapi seketika sepasang matanya membulat dengan sempurna saat dia mengetahui siapa yang tengah berdiri di hadapannya. Bukan hanya dirinya saja, rekan yang tengah menyiksa orge lain dengan sebuah cambuk di lain tempat juga terkejut saat melihat kedatangan petinggi eksekutif di tempat ini. "Tu-tuan...." Dino menatap jijik pada dua orang yang melakukan tindakan bodoh itu. Lalu setelahnya "Siapa yang memerintahkan kalian melakukan hal menjijikan seperti ini!" Bentak Dino dengan geram. Bugh! Seketika itu juga Dino memberikan sebuah tendangan di perut penjaga elf hingga membuat tubuh itu terpelanting jauh ke depan. Melihat kekacauan yang terjadi, para orge yang tengah bekerja langsung berhenti karena ketakutan, dia merasa jika hidup mereka akan berakhir di tempat ini. "Kau!" Dino menunjuk rekan yang berdiri tak jauh dari hadapannya. "Tu-tuan ... A-aku bisa me-menjelaskan semuanya." Seketika itu juga Dino sudah berada di belakang tubuh penjaga itu, dan setelahnya dia memberikan tendangan berputar hingga membuat kepala penjaga elf itu tertanam di atas tanah. Setelah ya dia mengedarkan pandangannya, melihat para penjaga lain yang tengah berdiri ketakutan di tempat merek. "Aku hanya akan mengatakan satu kali, jika kalian tidak mendengarkan aku, maka aku yakin, nyawa kalian akan berakhir di tempat ini." Dino berjalan santai menuju orge wanita tua yang tengah ketakutan tak jauh darinya, seketika itu juga dia menghancurkan rantai di tangah wanita itu hingga hancur berkeping-keping, setelahnya dia menoleh menatap satu persatu para penjaga di sana. "Lepaskan semua orge yang ada di tempat ini, dan bawa mereka keluar dalam waktu satu jam. Terlambat dari waktu itu. Maka kalian akan mati!" Mereka tentu saja dibuat bingung oleh keputusan Dino, tapi mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa, yang bisa mereka lakukan hanyalah menuruti perintah demi keselamatan nyawa mereka. Di sisi lain, Erix yang memperhatikan apa yang di lakukan Dino hanya terdiam, dia masih menahan amarah di dalam dirinya, bahkan terbesit di dalam hatinya untuk menghancurkan tempat ini agar tidak ada hal keji yang terjadi di lain waktu. Dia benar-benar merasa marah karena semua hal konyol ini. Entah apa yang dipikirkan oleh para elf sialan itu hingga melakukan tindakan jahat seperti ini. Tak sampai satu jam, para orge sudah keluar dari dalam gue, mereka semua terbebas dari penderita yang mereka dapatkan. Semua berdiri dengan tatapan bingung ketika mereka berada di luar gua. Lalu setelahnya Erix langsung menuju ke salah satu orge yang pernah menghalangi dirinya ketika akan membunuh demon orge. "Siapa diantara kalian yang bernama tom?" Tanya Erix ketika berdiri di hadapan pria itu. Pria itu tertegun sejenak sebelum sepasang matanya membulat saat merasakan keberadaan demon orge di dalam tubuh Erix, seperti yang sudah terjadi. Erix yang melahap seseorang dengan skill predator jelas memiliki kekuatan dari sosok itu. Dan hal itulah yang membuat mereka terkejut karena mengetahui fakta energi sihir milik demon orge masih bisa mereka rasakan pada rubuh Erix. "Ka-kau?" Erix berdecih pelan. "Katakan saja siapa Tom di sini!" Orge itu langsung di buat bungkam ketika merasakan hawa keberadaan dari Erix. "A-aku Tom." "Bagus, gue cuma mau menepati janji yang udah gue buat sana raja kalian, dan setelah ini gue bakal membebaskan kalian apapun yang terjadi." "Ta-tapi...." "Nggak ada kata tapi, gue benci sama orang pembangkang, jadi lebih baik perintahkan seluruh warga Lo untuk luar dari tempat ini." "Bu-bukan itu masalahnya, kami ... Kami sudah tidak memiliki tempat lagi setelah pertarungan itu. Dan kami tentu tidak bisa kembali ke tempat tinggal kami sebelumnya, karena di sana tidak ada kehidupan lagi, kami hanya akan mati konyol jika kamu kembali ke tempat kami." Perkataan ini sama persis seperti apa yang Erix lihat di dalam ingatan demon orge itu. Dia mulai sedikit paham dengan alasan sebenarnya yang memicu mereka untuk melakukan sebuah pemberontakan dan memulai sebuah peperangan. Kelaparan, seperti yang dia lihat sebelumnya, dan ini benar adanya. Erix terdiam seketika, dia sendiri tidak tahu apa yang harus dia lakukan setelah ini. Bahkan setelah membebaskan para orge, dia tidak tahu akan membawa orang-orang ini kemana. Saat itu, dia merasa sebuah tepukan di pundaknya, dan setelah Erix menoleh. Menatap sosok Dino yang tersenyum kearahnya. "Tidak usah risau, aku tahu sebuah tempat yang mungkin bisa membantumu untuk membawa para orge ini." "Lo yakin?" Seolah mendapat angin segar, Erix tersenyum di sana. "Tentu saja, apa gunanya aku mengikuti mu jika aku sendiri tidak bisa membantu mu." "Bagus, kalau gitu, bawa kami pergi ke sana." "Tentu saja aku akan mengantarkan kalian ke sana, tapi sebelum itu aku hanya ingin memberitahu mu bahwa di tempat itu masih ada beberapa iblis yang menguasai daerah itu. Sebelum menggunakan tempat itu untuk sebuah tempat tinggal. Tentu kau harus menyingkirkan mereka." "CK, kenapa harus ada tempat yang serumit itu. Memang nggak ada tempat yang mudah untuk ditinggali?" "Jika kau ingin tempat yang subur dan mampu untuk di tinggali, maka tempat itu adalah salah satu tempat yang layak menurutku." "CK Lo ini." "Oh ayolah, kau jelas akan mudah mengalahkan para iblis itu, dan lagi pula aku juga akan membantumu." Erix berpikir sejenak sebelum akhirnya menyanggupi ucapan dari Dino. Dan setelahnya mereka bergegas ke tempat itu. Tempat yang di maksud oleh Dino dengan skill teleportasi milik Erix.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN