LaD - memimpin
Gue nggak pernah berpikir sekalipun untuk ikut andil dalam sebuah penyelamatan, atau bahkan terlalu peduli dengan orang-orang ini, bahkan kehidupan sebelumnya gue sama sekali tidak pernah peduli dengan keadaan sekitar, lingkungan yang gue tinggali tidak pernah ramah dan selalu membuat gue tertekan, lalu pandangan rendah yang mereka berikan membuat gue seperti orang yang tidak pantas untuk hidup.
Bah! Mereka berpikir jika diri ini hanyalah seonggok sampah yang seharusnya di buang ke tempat yang sudah semestinya. Dan sekarang gue jadi berpikir hal yang sama, apakah gue benar-benar seonggok sampah yang di buang ke dunia lain setelah kematian gue.
Atau gue hanya mendapat kesempatan yang langka untuk menentukan bagaimana hidup gue di dunia ini? Tanpa sebuah ponsel dan alat elektronik lainnya, gue benar-benar merasa hidup di sebuah peradaban, dan dunia fantasi yang benar-benar gue idamkan sejak gue menikmati permainan mmorpg, bahkan gue selalu menjadi orang pertama yang melarikan kehidupan gue ke dalam dunia game dan menikmati sensasi kebebasan itu. Anggap saja gue gila, karena menurut gue, hanya dunai game yang bisa membuat diri gue merasa bebas, bukan dunia di kehidupan gue yang sebelumnya, dunia yang hanya menganggap diri gue sebagai seonggok sampah.
Di sini, gue benar-benar mendapatkan apa yang selama ini gue butuhkan, kekuatan, gue mendapatkan sebuah kekuatan yang luar biasa, bahkan gue bisa menjadi seorang penjahat di dunia ini jika gue ingin.
Membebaskan hasrat yang selama ini terpendam dalam diri gue, tapi di sisi lain gue juga sadar akan apa yang terjadi jika gue berusaha untuk menghancurkan setiap kota yang ada.
Tidak, gue masih memiliki akal sehat di mana gue masih ingin terus menjelajahi dunia ini dengan penuh kesenangan dan kegembiraan.
Walau kali ini hati gue terasa sesak, tetap ketika gue melihat bagaiman para orge yang seharunya gue selamatkan malah menjadi seorang pecundang dan b***k yang tak seharunya mereka mendapatkan perlakuan seperti itu.
Gue marah, hari gue bergemeletuk dan berpikir untuk menghancurkan tambang itu, tapi dengan santainya Dino menahan gue agar tidak melakukan tindakan konyol seperti itu.
Gue hanya mendengkus, lalu memberi sedikit ancaman di sana sebelum akhirnya gue meminta Dino, salah seorang rekan yang rela mengikuti ku untuk menjelajahi dunia ini setelah pertarungan di arena tempo lalu.
Lalu berkat Dino juga gue bisa menyelamatkan mereka para orge yang sudah kehilangan arah karena gue membunuh raja mereka dengan tangan ini. Hanya saja, tidak ada tatapan kebencian dari raut mereka. Mereka malah menatap gue dengan penuh harap seolah mereka ingin dibebaskan dsri tempat ini dan mendapat sebuah perlindungan dari gue.
Lalu setelah memutuskan ke mana membawa mereka pergi, di sinilah gue berada, berdiri di atas bukit yang penuh dengan pepohonan, sebuah tempat yang begitu asri, subur hijau dan kaya akan makanan menjadi pilihan yang diberikan oleh Dino untuk mereka semua, bahkan tempat ini terasa nyaman untuk menjadi tempat tinggal bukan hanya itu yang terpenting dari semuanya adalah tempat ini jauh dari peradaban.
Gue bisa merasakan jika tempat ini benar-benar bersih dari ancaman, kecuali dua energi besar yang ada di sisi bukit.
Gue menoleh kearah Dino dan menatapnya dengan penuh tanya.
"Sudah ku katakan bukan? Tempat ini aman dan tentu saja subur, kaya akan sumber daya alam dan bisa menjadi tempat tinggal yang layak untuk para orge, tapi sebelum itu kau juga harus membereskan dus monster yang sudah menunggu tempat ini, setelah mengalahkan mereka, kau baru bisa menjadikan tempat ini tempat tinggal yang layak untuk para orge."
Seperti yang gue duga, jika ada sebuah kenyamanan maka akan ada sebuah bayaran yang harus di lakukan.
Dan gue nggak bisa berbuat banyak selain melakukan hal itu, semua demi tempat tinggal yang layak untuk ras yang terbuang seperti para orge yang ada di tempat ini.
"Kalo gitu, Lo tunggu di sini dan jaga mereka, gue yang akan membereskan mereka."
"Oh ayolah, biarkan aku ikut, tujuanku mengajakmu ke tempat ini agar aku bisa bersenang-senang juga dengan mereka."
Gue berhenti seketika, lalu menoleh kearah Dino yang menatap ke arah gue dengan tatapan memohon. Elf muda ini benar-benar memiliki semangat yang sulit untuk di patahkan, dia bahkan selalu semangat jika berurusan dengan bahaya.
Gue nggak yakin, apalagi saat gue harus meninggalkan orge tanpa ada yang melindungi mereka di tempat ini.
Sejenak gue menghela napas panjang sebelum melarikan tatapan gue kearah Dino, menatap elf muda itu lekat.
"Untuk kali ini aja, gue nggak mau ketika gue pergi nanti, mereka malah menjadi buruan para monster yang ada di tempat ini, jadi tolong, beri gue waktu sepuluh menit untuk menyelesaikan pertarungan ini lalu gue akan kembali membawa imbalan yang cukup untuk kalian."
Dino terdiam sesaat di sana sebelum akhirnya menghela napas pelan, gue tersenyum ketika menyadari jika elf muda ini menyerah dan membiarkan ku pergi. Sepertinya ini akan menyenangkan, ketika gue berburu seorang diri dengan kemampuan yang belum gue tunjukan ke pada banyak orang, kemampuan yang baru saja gue dapatkan setelah gue melahap demon orge.
"Baiklah, jika kau bisa membawakan banyak kristal inti monster aku akan memaafkan mu."
"Serahkan saja ke gue. Gue bakal bawa banyak inti kristal untuk Lo setelah pertarungan ini."
Jika into kristal yang di maksud adalah sebuah kristal yang jatuh saat monster hancur dan mati, maka gue memiliki banyak di ruang penyimpanan gue, jadi untuk janji dan upah agar dino menjaga para orge bukanlah masalah.
Gue memilih pergi setelahnya, dengan menggunakan skill teleportasi gue langsung sampai di sebuah tempat yang memiliki tekanan cukup kuat, lalu di hadapan gue sekarang ada sebuah gua yang benar-benar besar di sana. Gue nggak tau apa yang ada di dalam sana, tapi yang pasti, saat merasakan hawa keberadaan dan energi sihir yang ada di tempat ini, gue bisa menyimpulkan jika monster yang akan gue hadapi kali inI sangatlah kuat.
Gue tersenyum sejenak sebelum akhirnya melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam gue.
Semakin dalam langkah kaki gue, maka semakin kuat tekanan yang ada, tapi sayangnya gue bisa menekan semua tekanan ini karena gue memiliki skill pertahanan mutlak yang mana gue akan kebal oleh berbagai serangan dan juga serangkaian sihir yang kuat.
Gue bisa menghalau tekanan ini dan masuk dengan mudah ke dalam gue, hingga tak lama setelahnya, gue merasakan bahaya datang dari belakang tubuh gue.
Sistem : bahaya terdeteksi, mendekat dari arah belakang, kemungkinan akan sampai dalam waktu dua detik
Boom!
Sialan, sistem nggak berguna, kenapa harus memberi tahu sinyal bahaya ketika bahaya sudah semakin dekat.
Gue melompat mundur hingga membukukan pinggang ketika harus mengambil kesembuhan karena serangan barusan.
Lalu perlahan-lahan gue bisa melihat sesuatu saat asap debu mulai memudar. Di sana, sosok yang tinggi dengan kekuatan yang luar biasa berdiri. Seekor kadal yang menyerupai naga berdiri di sana dengan tatapan merendahkan.
Tubuhnya yang sepuluh kali lebih besar dari gue, membuat gue harus mendongak untuk melihat wajah itu, wajah yang terselip amarah karena kedatangan gue ke tempat ini.
Sayangnya, gue datang bukan untuk beramah tamah, melainkan untuk membasmi mereka dan membebaskan tempat ini dari bahaya agar para orge bisa tinggal dan tempat ini bisa menjadi rumah untuk gue pulang.
"Maaf saja, aku datang bukan untuk bertamu." Ucap gue dengan nada pelan, setelahnya gue berdiri dengan kedua kaki gue dan menatap tegak kearah wyren si kadal naga yang berdiri sok kuat di hadapan gue.
Secepat itu juga gue mengambil ancang-ancang dan berusaha untuk melancarkan serangan untuk sebuah pembukaan.
"Teleportasi!"
Dengan mengkombinasikan skill yang gue miliki, maka tidaklah sulit untuk menghadapi monster besar seperti wyren seperti ini, gue hanya butuh beberapa langkah dan serangan untuk memukul mundur kadal naga.
Saat buat tendangan memutar di kepalanya saja sudah membuat naga itu mengambil jarak untuk melindungi dirinya dari serangkaian serangan yang akan gue lancarkan lagi.
Dari posisi ini, gue bisa melihat kengerian di wajah wyren yang mungkin saja tidak akan menyangka jika gue akan melakukan serangan terlebih dahulu tanpa melihat posisi gue. Tersenyum kecil, gue menggunakan skill teleportasi dan berpindah ke belakang tubuhnya, lalu dengan mudah, gue memberikan serangan itu kepada sang wyren yang tak siap menerima serangan gue dan akhirnya dia tersungkur kebelakang karena serangan gue yang telah mengenai dirinya.
Dia berusaha mati-matian untuk berdiri dan menghalau serangan dari gue, bahkan dia juga berusaha menghentikannya serangan gue yang mana itu tidak akan berguna sama sekali. Bahkan saat ini dia memiliki ekspresi terkejut di wajahnya atas tindakan yang belum pernah dia dapatkan sebelumnya.
Sayangnya pertarungan ini sudah ada di bawah kendali gue, yang mana dia sudah tidak memiliki kesempatan untuk sekedar memberikan perlawanan yang berarti.
Gue menyeringai, menatap sosok wyren yang tersungkur tak jauh dari gue.
Lalu tanpa gue sadari, sosok wyren lain datang dan siap untuk memberikan serangan langsung kepadaku.
Lagi dan lagi, sistem selalu saja terlambat memberikan peringatan hingga membuat gue harus tersingkir karenanya. Gue berusaha untuk mendapatkan posisi gue kembali.
Lalu setelah ya gue mendongak saat menyadari ada bahaya yang akan dayang, gue menatap ekor yang akan berayun ke bawah tepat ke arah tubuh gue. Apa itu karena dia marah atau karena dia hanya memandang rendah gue karena tubuh gue yang kecil? serangannya hanya biasa saja dengan kibasan ekor yang bisa gue hindari dengan cara melompat ke sisi kiri. Gue bahkan tidak perlu memasukkan energi sihir ke dalam tubuh ketika aku mengambil langkah maju dengan kaki kananku dan mengarahkan tangan ke atas untuk meraih sudut antara pergelangan ekornya.
Menggunakan momentum ayunan ekor itu, gue memutar kaki depanku, tangan gue masih memegang ekor wyren itu, sementara tubuhku sekarang sejajar dengan wyren yang lain, lalu cakaran yang kuat menebas ruang yang kosong dan menciptakan celah kecil di tanah,dan menancapkan cakarnya di sana.
Dalam satu gerakan cepat, gue memberikan serangan cepat ke dagunya karena dia tidak repot-repot memperkuat diri dengan energi sihir lagi. Kekuatan pukulan ke atas dan gerakan ke bawahnya saat dia mengayunkan kembali ekornya menciptakan suara yang lebih besar daripada yang gue bayangkan dan gue bisa mendengar ‘oof’ lembut sebelum dia terlempar, dan tersungkur di atas tanah.
Gue melirik melihat wyren yang malang, dan satu wyren yang lain tengah menggertakkan giginya saat dia mulai mengambil posisi untuk menyerang dalam diam.
Tapi sayangnya pergerakan itu dengan mudah gue baca dan bisa dengan gampang gue halau, hingga sebelum serangannya mengenai gue. Tubuh gue sudah melakukan teleportasi kebelakang tubuhnya.
Lalu dengan pergerakan singkat, gue mengambil langkah dan melakukan serangan memutar, dengan kaki dan juga tangan yang gue gunakan untuk memukul hingga membuat monster itu terpental seperti wyren yang baru saja datang.
Gue melompat turun, lalu berdiri dengan kedua kaki gue sembari menatap sosok yang tengah tersungkur di sana.
Terdiam sejenak, gue mencoba berpikir apakah gue akan melahap dua wyren ini atau lebih baik gue bunuh saja dan mendapatkan kristal ini dari dua monster kuat ini.
Bukankah kristal adalah bahan material yang bagus untuk menjadikan sebuah senjata?
Tapi jika gue membunuh keduanya, gue nggak bisa mendapatkan poin experience dan nggak akan naik level, itu sebuah kerugian untuk gue.
Diam sejenak, gue masih menatap kearah sosok naga kembar itu, sebelum akhirnya gue mengambil sebUah keputusan.
Jika di dalam game ada sebuah fitur yang bernama peliharaan, lalu apakah di dunia ini juga memiliki fitur seperti itu. Jika gue aja bisa menggunakan skill seperti yang ada di dunia game, maka nggak ada salahnya gue mencoba untuk menjinakkan dua wyren ini sebagai peliharaan gue bukan?
Gue tersenyum atas ide cemerlang yang baru saja gue dapatkan itu. Sebelum akhirnya gue mendekat kearah kedua kadal naga yang sudah tak berdaya di sana.
"Sistem apakah ada sesuatu yang bisa membuat keduanya menjadi peliharaan gue?"
Sistem : kontrak. Dengan melakukan kontrak darah, maka dua wyren akan terikat kontrak dengan adan dan menjadi salah satu bawahan Anda.
"Lalu keuntungan apa yang gue dapat setelah melakukan kontrak?"
Sistem : anda akan bisa mengendalikan mereka, memerintah mereka dan memanggil mereka kapanpun yang anda inginkan.
Lumayan, setidaknya gue bisa menggunakan mereka untuk kepentingan gue, dan siapa tau juga mereka bisa gue gunakan untuk menjaga tempat ini dan para orge yang tinggal di dunia ini. Bukankah menyenangkan saat melihat mereka bisa hidup tenang tanpa ada sebuah ketakutan di sana.
Gue melangkah kedepan, lalu dengan mudah gue melukai jari gue hingga darah segar menetes di wajah wyren yang ada di sana
Sebelum akhirnya cahaya putih mulai muncul dan membuat mata gue silau seketika. Gue nggak tau apa yang terjadi setelahnya, tapi ketika gue sadar, sistem sudah memberitahu jika gue berhasil melakukan ikatan kontrak pada kedua wyren di sana.
Sistem : kontrak terpenuhi, dua wyren sudah berada di bawah kendali anda.
Sistem : beri nama pada dua wyren untuk memasukan mereka ke dalam daftar kontrak.
Gue mengerjapkan mata untuk mendapatkan pandangan gue kembali, sebelum akhirnya gue terkejut atas apa yang gue lihat setelahnya.