LaD - peliharaan baru.
Apa yang gue lihat seolah hanya sebuah mimpi yang nggak benar-benar terjadi, di mana wyren yang gue lawan tadi kini berubah menjadi sosok yang ....
Tunggi gue nggak lagi ngimpi ataupun halusinasi, kan? Ini, ini ... Apa yang ada di depan gue bener-bener nyata, kan?
Dua orang yang tengah berdiri di hadapan gue adalah perubahan yang benar-benar nggak mungkin terjadi. Sosok kadal naga yang baru saja gue jinakkan berubah menjadi sosok yang hampir menyerupai manusia hanya saja bedanya mereka memiliki tanduk di atas kepalanya, walau nggak terlalu menonjol, tapi tetep aja, kan mereka adalah sosok wyren yang baru saja gue taklukan?
Sistem : darah yang tercampur dalam diri wyren membuat mereka berevolusi dan menjadi bentuk yang menyerupai tuannya.
Gue terdiam sejenak membaca beberapa notifikasi yang sedikit aneh di sana, menyerupai bentuk tuannya? Bukankah ini aneh?
Lalu setelah beberapa saat berpikir gue mencoba untuk percaya, lalu melangkah kearah dua orang di hadapan gue dengan tatapan tak percaya, bahkan gue melipat sebelah tangan di d**a denhan satu tangan lain berada di dagu.
"Lo orang bener-bener wyren yang baru saja gue taklukan, kan?" Tanya gue sembari mengamati dua sosok ini, siapa sangka jika gue sekarang memiliki seorang pengikut yang luar biasa seperti mereka. Bahkan energi gue bisa merasa jika keduanya memiliki energi sihir yang benar-benar kuat di sana.
Gue tersenyum kecil ketika melihat keduanya mengangguk di sana. Lalu dengan santai gue berjalan mendekat dan merangkul sepasang wyren yang jelas memiliki jenis kelamin laki-laki dan perempuan itu.
Yang awalnya gue kira hanya sebuah peliharaan, siapa yang menyangka jika sekarang berubah menjadi seseorang yang luar biasa di sini.
"Nama ... ya ... Gue harus memikirkan dua nama yang keren kalo gini caranya."
Sejenak gue berpikir dengan beberapa nama karena sampai detik ini gue sama sekali nggak pernah tau kira-kira nama apa yang bagus untuk seseorang, selain minimnya sosialisasi dengan beberapa orang, gue juga nggak bisa berbaur bersama mereka yang udah mengucilkan gue, lalu dari mana gue bisa dapet nama?
Hem ... Apa gue pinjem nama karakter dari sahabat gue aja?
Atau cari nama lain.
Ah ... Sumpah kenapa urusan nama aja gue bingung setengah mati, padahal gue bisa kasih nama apa aja yang menurut gue keren kan. Asal jangan aja kasih nama Bejo, Parjo, atau Pinem. Nggak etis banget, padahal wajah dan tampang mereka jelas lebih keren dari pada penampilan gue sendiri, ya kali kan gue kasih nama Parjo.
"Wyren, kadal yang menyerupai naga, jadi ...."
Jujur gue sendiri masih bingung musti kasih nama apaan, karena dari dulu gue selalu cari di gugul untuk referensi nama sebuah karakter dalam game.
Tunggu, kenapa nggak gue kasih nama dari karakter game aja?
Aldos dan Silvana?
Kayaknya keren tuh dua nama. Oke gue putuskan buat pake dua nama itu aja dari pada harus berpikir jauh dan ngabisin banyak waktu di sini, lebih baik gue pake dua nama itu aja.
"Lo." Telunjuk gue terangkat ke udara untuk menunjuk ke si naga cowok di sana. "Nama Lo Aldos, dan Lo." Lalu beralih ke si cewek.
"Nama Lo Silvana, dan sekarang Lo berdua bakal jadi bawahan gue, apapun yang gue perintah, nggak ada yang bisa ngebantah gue, ngerti?"
"Baik tuan!"
"Baik tuan!"
Kompak. gue tersenyum saat melihat bagaimana dua bawahan yang awalnya gue kira bakal jadi peliharaan, malah jadi seorang yang bisa lebih berguna buat gue.
Betapa beruntungnya gue hari ini.
Dan untuk hadiah Dino, gue nggak perlu banyak mikir, karena gue masih punya banyak inti kristal yang gue dapet di dalam gua sebelumnya. Jadi masalah selesai, dan gue dapat keuntungan banyak.
Dan entah kenapa di dunia ini seolah keberuntungan selalu berpihak ke gue. Walau nggak banyak, tapi setidaknya gue bisa menikmati dunia bebas di sini dari pada di kehidupan sebelumnya.
Mungkin ... baru mungkin tapi ya, Tuhan masih berbaik hati sama gue dan ngasih kesempatan untuk gue dan ngasih kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.
Jadi nggak ada salahnya kan gue menikmati kebebasan di dunia ini dengan cara gue sendiri. Dan yang jelas gue akan menjelajahi setiap sudut dunia ini dan mencari sesuatu yang mungkin bisa gue aplikasikan setelah sebelumnya hanya menjadi fantasi belaka.
Contoh, gue bakal cari-cari mbak mbak sejenis Fairy yang punya bodi yahut buat kesenangan mata gue. Walau sepertinya gue udah punya satu di sini.
Gue melirik kearah Silvana di mana dia adalah salah satu ras wyren yang punya bodi nggak kalah cakep sama si Fairy dan yang jelas dia punya ekor unyuk di pinggang belakangnya.
Duh, kenapa pikiran gue jadi liar gini pas bayangin hal begituan, apalagi dua benda bulat di depan dadanya yang seolah menyembul dari pakaian yang sepertinya kekecilan di sana.
Tunggu, bahkan mereka berdua sama sekali nggak bisa di bilang pakai pakaian yang pantas.
Astaga, sangking fokusnya mikir soal nama gue malah sampek lupa memperhatikan penampilan mereka. Dan gue lihat, mereka cuma pakai pakaian yang mungkin terbentuk karena sisik mereka berdua. Bisa dibilang cuma underwear yang sejenis bikini gitu.
Si Aldos malah lebih parah, dia cuma pake semvak di sana.
Astaga, tuan macam apa gue ini yang ngebiarin mereka pake pakaian kayak gitu keluar dari gua ini.
Gue terdiam sejenak, mencoba mengingat apakah gue bisa memberikan pakaian yang layak buat mereka.
Tapi untuk sekarang gue nggak bisa kasih mereka sesuatu, kecuali jubah yang gue dapat beberapa waktu lalu dari dalam gua, material yang gue dapat dari beberapa monster yang gue kalahkan sebelumnya.
"Em ... Untuk sementara kalian pakek jubah ini dulu biar nggak terlalu ngumbar aib." Kata gue sembari mengeluarkan dua jubah dari ruang penyimpanan gue.
Dan untuk informasi kenapa gue bisa memiliki ruang penyimpanan, mungkin karena gue memiliki skill teleportasi dan ruang waktu, di mana hal ini udah gue dapat dari awal gue masuk dunia ini, memang agak aneh sih, secara gue kemana-mana nggak bawa apa-apa, padahal gue sendiri memiliki banyak barang yang tersimpan secara otomatis setiap kali gue mengambil item ataupun material yang gue dapat dsri setiap kali pertempuran sebelum-sebelumnya.
Itulah kenapa gue bilang, kehidupan gue yang sekarang tuh nggak jauh-jauh dari dunia game yang pernah gue mainin di dunia sebelumnya.
Setelah dua jubah itu gue ambi, gue langsung melemparkannya ke arah Aldos dsn juga Silvana. Tak lama setelahnya mereka langsung memakai kedua jubah itu tanpa ada bantahan dari mereka.
Sejenak gue terdiam memandangi keduanya. Nggak buruk lah, setidaknya gue bisa melindungi mereka dari rasa malu yang lebih parah.
"Oke, kayaknya udah cukup, jadi lebih baik sekarang kita keluar."
Mereka berdua mengangguk, bahkan setelah gue melangkah keluar pun mereka mengikuti langkah gue dengan teratur. Dan seperti seseorang yang penting, gue merasa jadi lebih wah karena diikuti oleh mereka.
Setelah mencapai bibir gua, gue berhenti sejenak, lalu mencoba mencari keberadaan Dino dan juga oara babi dengan skill penafsiran yang gue miliki. Skill yang bisa melihat orang-orang yang udah gue tandai di dalam sebuah peta hologram yang muncul telat di hadapan.
Pokoknya apapun yang gue miliki dan sistem yang ngebantu gue itu udah mirip banget sama sebuah game, jadi untuk gue yang udah terlahir menjadi seorang pro player di dunia sebelumnya, hak semacam ini bukan masalah buat gue.
Setelah mengetahui posisi keberadaan mereka, gue langsung mengaktifkan skill teleportasi yang membuat sebuah ruang dimensi terbuka di hadapan gue.
Dengan santai gue melangkah masuk, diikuti noleh kedua bawahan baru gue hingga kami sampai di hadapan mereka para orge yang tengah berdiri dengan raut bingung di sana.
Sekilas gue nggak melihat Dino ada diantara mereka semua, lalu setelahnya gue mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaanya, tapi tetap saja nihil.
Gue mendengkus pelan, lalu berjalan mendekati Tom yang terlihat kebingungan setelah melihat kedua orang yang datang bersama gue.
"Di mana Dino?" Tanya gue tanpa basa basi setelah berdiri di hadapannya.
"Tuan Dino tengah pergi setengah jam yang lalu, tuan." Jawab Tom yang mencuri pandang kearah Aldos dan Silvana.
"Pergi? Kemana?"
Tom menggeleng pelan, dan seketika itu juga rasa penasaran gue muncul, terlebih Dino bukan orang yang menurut gue bakal mengkhianati gue.
Tanpa perlu menunggu jawaban dari Tom gue langsung membuka map hologram itu untuk mencari keberadaan Tom. Dan saat melihat titik merah yang cukup jauh dari tempat gue berdiri, gue langsung mengerutkan kening, pasalnya dia seolah bergerak berputar di sana dengan beberapa keanehan yang terjadi.
"Tuan Dino mengatakan jika dirinya ingin bersenang-senang sebentar selama anda pergi tuan, dia berkata jika menjelajahi tempat ini untuk membunuh kebosanannya."
Lagi, Dino memang memiliki sifat yang unik, dan gue tentu nggak bisa melarang dia untuk melakukan apapun yang dia sukai, toh asal dia nggak mengganggu gue bukan masalah yang berarti.
Menghela napas pelan, akhirnya gue menoleh menatap kearah Aldos dan juga Silvana.
"Kalian berdua sudah lama menjaga tempat ini bukan?" Tanya gue kepada mereka berdua, lebih tepatnya ke Aldos yang gue yakin dia tahu seluk beluk tempat ini. Nggak mungkin kan, untuk seukuran wyren penunggu tempat ini mereka tidak mengetahui seluk beluk tempat ini?
"Seperti yang anda tahu, tuan."
"Bagus, jadi kalian tentu tau di mana tempat yang bisa ditinggali atau tepatnya bisa menjadi pemukiman untuk para orge di sini?"
Mereka mengangguk bersamaan. Dan seketika senyum gue terukir sempura setelah mendengar ucapan itu.
Bener kan dugaan gue, emang nggak pernah salah gue untuk mengambil mereka jadi peliharaan gue, selain tau seluk beluk tempat ini, mereka juga akan berguna untuk gue di masa mendatang.
"Bagus, karena kalian tau seluk beluk tempat ini, jadi gue minta untuk kalian, khususnya Lo Aldos." Gue menunjuk Aldos setelahnya. "Karena Lo cowok jadi, bantu orang-orang ini untuk mencari tempat yang layak dan bisa dijadikan sebuah desa. Dan bantu mereka untuk membangun desa mereka, dan untuk Lo Silvana, bantu yang lain untuk mencari beberapa makanan sekaligus berburu beberapa binatang yang bisa dimakan, gue mau buat pesta dan makan enak malam ini."
"Baik tuan!"
Gue mengangguk pelan, lalu setelahnya menoleh kearah para orge yang memiliki jumlah cukup banyak di tempat ini. Mulai dari anak-anak para wanita dan juga para orang tua yang sepetinya sedikit ragu oleh keputusan gue.
Jujur aja gue nggak peduli, mau percaya atau nggak terserah mereka.
Gue hanya menatap mereka sekaligus lalu menatap Tom setelahnya.
"Lo udah denger kan?" Tanya gue pelan.
"Jadi karena Lo adalah orang yang dipercaya sama demon orge sebelumnya, maka untuk urusan memimpin ras Lo, gue serahin ke Lo, dan mulai saat ini mereka berdua, Aldos dan juga Silvana akan membantu kalian dalam urusan yang berat sekalipun." Lanjut gue pelan.
"Nggak usah takut, mereka adalah bawahan gue secara langsung dan udah menjadi salah satu orang kepercayaan gue, jadi apapun yang terjadi, mereka yang akan melindungi kalian."
"Baik tuan, dan terimakasih sebelumnya karena tuan sudah membantu kami dalam urusan yang seharunya kami selesaikan sendiri. Bukan hanya menyelamatkan kami, tuan juga memberikan sebuah harapan baru untuk untuk kami."
Tom membungkuk dalam, dan hal itu membuat gue agak canggung. Gimana enggak, gua yang biasa apa-apa sendiri dan nggak pernah mendapat perlakuan sopan sepeti ini tiba-tiba menjadi seorang yang terasa sangat penting.
Seumur hidup sekalipun gue nggak pernah merasakan hal ini, bahkan nggak pernah bermimpi sekalipun bisa mendapatkan perlakuan seperti ini.
"Nggak usah sungkan, ini juga termasuk janji gue ke raja kalian sebelumya, karena gue udah melahap raja kalian di hadapan kalian, maka ini termasuk salah satu penebusan dosa gue untuk kalian."
"Terlepas dari semua itu, kami semua sudah berhutang budi kepada tuan, mungkin seumur hidup sekalipun kami tidak akan bisa membayar kebaikan yang tuan berikan."
Gue bisa melihat tatapan berbinar dari Tom, dan hal itu membuat gue makin merasa aneh di sini.
"Udahlah nggak usah terlalu dipikirin, lebih baik kalian urus semua keperluan kalian untuk malam ini, karena hari udah mau sore, jadi bergegas dan siapkan tempat untuk istirahat gue malam ini. Gue capek dan mau makan enak malam ini."
"Baik tuan."
Gue mengangguk, lalu berpikir jika harus menyuruh mereka berjalan ke tempat yang sudah ditentukan oleh Aldos maka akan memakan banyak waktu.
Tapi kalau pake skill teleportasi milik gue, maka akan memakan banyak stamina, sedangkan sekarang, gue merasa stamina gue udah abis karena terlalu banyak menggunakan energi sihir sedari tadi. Dan entah kenapa hari ini energi sihir gue kayaknya bocor gitu, boros banget soalnya.
"Aldos, apa tempat yang layak untuk dijadikan desa masih jauh dari sini?" Tanya gue sembari menoleh keaeah Aldos.
"Maaf tuan, tapi seperi yang ada katakan, tempat itu adalah sebuah lembah yang dekat dengan danau dan mata air, di sana adalah tempat yang sangat layak untuk sebuah tempat tinggal, tapi jarak yang di tempuh cukup jauh dari lokasi kita saat ini."
Bener kan, gue ngerasa masih ada pekerjaan yang harus gue urus lagi. Gue terdiam sejenak, dan jelas nggak mungkin untuk gue mengurus perpindahan mereka secara langsung ke tempat itu.
Menghela napas kasar gue langsung menengadah kepala untuk menatap langit cerah hari ini.
"Apa ada cara buat mindahin mereka tanpa haru menggunakan skill teleportasi...." Gue bergumam pelan seolah berkata dengan diri gue sendirian, sebelum Silvana maju beberapa langkah dan menunduk di hadapan gue.
"Maaf tuan, jika anda tidak keberatan, maka serahkan malah perpindahan mereka kepada saya."
Gue menoleh sesaat untuk menatap Silvana.
"Emang apa rencana lo?"
"Sekali lagi maaf tuan, sebelumnya karena anda sudah memberikan darah dan juga nama kepada kami, secara tidak langsung kami juga mendapat sedikit kekuatan dari tuan, seperti saya yang memiliki kemampuan ruang seperti yang anda miliki sebelumnya."
"Teleportasi?"
"Iya, tuan."
Gue mengerut kening sebelum akhirnya pertanyaan gue terjawab setelah sistem muncul di hadapan gue.
Sistem : darah yang anda berikan memiliki efek evolusi kepada dua wyren sebelumnya, dan secara tidak langsung kekuatan ada diturunkan melalui darah anda. Dan pemberian nama juga termasuk di dalamnya, dengan ada memberi nama maka secara tidak langsung anda menambah energi sihir dari kedua wyren dan memungkinkan mereka memiliki kekuatan yang hampir sepadan dengan Dino.
Dan seketika itu juga gue tersenyum, sepertinya gue memang benar-benar beruntung karena terlahir di dunia ini, terlepas dari kesedihan gue sebelumnya. Di tempat ini gue jelas-jelas memiliki keuntungan yang sangat banyak.