Radival berlari meninggalkan ruang meeting setelah membaca pesan dari mamanya jika Keyra akan melahirkan sore ini. “Ma, Keyra gimana?” tanya Radival yang sudah berada di runah sakit. “Kamu masuk aja. Dia dari tadi nyari kamu.” Radival menganguk. Dia segera masuk ruangan bersalin Keyra. Radival menggenggam tangan Keyra takut. Dia tidak tega melihat wajah pucat dan kesakitan Keyra. Radival menutup matanya dan menggenggam erat tangan Keyra. “Key, kamu bisa.” bisik Radival. Mendengar teriakan dari Keyra lebih menyakitkan daripada rasa perih yang dirasakan di tangannya. Radival membiarkan airmatanya mengalir melihat perjuangan Keyra melahirkan anaknya. Mendengar suara tangisan barulah Radival bisa bernapas lega. Dia mencium kening Keyra. Rasa kebahagian yang belum pernah dirasakannya mu

