Keyra hampir membuang seluruh bajunya di almari ke tempat tidurnya. Tapi belum menemukan baju yang cocok buatnya berangkat jogging dengan Radival. Entah mengapa seluruh bajunya tidak ada yang cocok menurutnya. Akhirnya, pilihannya jatuh di setelan olahraga bermodel hodie warna hitam. Setalah satu jam lebih memilih. Keyra segera memakai sepatu olahraganya dan berlari turun. Radival sudah melihatnya dengan tersenyum. “Lama nggak?” Tanya Keyra. “Banget.” Jawab Radival. Keyra mencebikan bibirnya kesal. Jika berharap Radival akan mengatakan tidak lama dan kamu cantik itu percuma. Itu sama halnya berharap kereta berhenti di pelabuhan. Nggak mungkin. Jangankan berharap seperti itu. Radival saja tidak berniat menggenggam tangannya. Radival sendiri tersenyum melihat Keyra menggerutu di belak

