Dewa menyingkap rok pendek Reyna, membaui sela pahanya, dengan jari-jarinya menelisik ke balik celana dalam dan mengecup bagian intim dengan pelan. Reyna mendesis di tengah tangisnya, dengan kedua tangan memegang kepala Dewa. Akhirnya, Dewa curahkan kerinduannya akan aroma tubuh Reyna yang dia rindu dan idamkan selama bertahun-tahun, menyadari bahwa dirinya yang memang tidak bisa terlepas dari Reyna selamanya. “Maafkan aku,” ujar Dewa saat menjilat dan menghisap. Reyna masih terisak dan terbuai. Ingin Reyna lebih lega merasakan kenikmatan miliknya yang dimainkan lidahnya, Dewa berhenti menjilat dan bergegas menurunkan rok Reyna beserta celana dalam. Dia memperbaiki posisi duduk Reyna, menaikkan kedua kaki telanjang yang tadinya bebas tergantung, membuatnya menekuk dan mengangkang lebar

