Bab 126. Kembali Bersama

1065 Kata

“Hai,” sapa Dewa yang sudah tenang rebah di samping Reyna, matanya sayu bercampur lelah saat menatap Reyna. Ini adalah peraduan paling garang setelah sekian lama dalam hidupnya. Reyna tersenyum hangat. “Kamu tinggal di sini sekarang?” tanyanya, matanya mengedar ke seisi kamar, yang penataannya tidak ada yang diubah. “Ya. Apartemenku sudah aku jual, untuk menghilangkan momen dan kenangan buruk di sana, sekaligus menambah modal di perusahaan.” “Menambah modal?” delik Reyna. “Ya. Perusahaan hampir bangkrut. Aku sampai berhutang untuk menggaji karyawan—“ Reyna menatap Dewa ragu. “Kamu nggak percaya?” Reyna mengangguk kecil. Rasanya mustahil perusahaan keuangan ternama Tamawijaya hampir kolaps. Meskipun hanya satu tahun bekerja di sana, Reyna cukup banyak mengetahui keadaan perusahaan Ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN