Mendengar keluhan Reyna, Indy tidak segera menyalahkan Dewa. Entahlah, dia sangat mengenal Reyna, dan dia dengan cepat menduga Reyna yang mungkin saja berulah atau melakukan hal yang mengecewakan, dia mengenal Reyna yang ceroboh. Tapi bukan berarti dia sepenuhnya menyalahkan sahabatnya itu. Apalagi di saat genting seperti sekarang ini. Untungnya Indy tidak terlalu sibuk hari itu dan atasannya yang baik dan tidak pelit memberinya izin pergi. Indy mengaku ingin menemani temannya yang akan melahirkan, tentunya dia dengan mudah mendapat izin. Saat jalanan macet, Indy mencuri-curi kesempatan menghubungi suaminya. “Boy, Reyna mau lahiran, aku sedang menuju ke rumah sakit. Dia sendirian tuh, dia bilang lagi didiemin ama suaminya.” “Oh, kamu nggak apa-apa?” “Nggak, aku aman.” “Ok, rumah saki

