Sesuai dengan perjanjian ketika sarapan, bahwa setelah Minzy akan membiarkan Marvi bekerja di ruangannya terlebih dahulu. Namun, lihatlah sekarang, Minzy memang membiarkannya bekerja, tapi tetap tidak ingin lepas. Saat ini, Minzy sedang duduk di atas pangkuan Marvi dengan menghadap ke arahnya seperti bayi koala. Marvi tidak keberatan, namun karena terlalu lama kedua pahanya mulai terasa pegal. "Vi, nanti kita adain liburan yuk sama karyawan kamu. Gak usah banyak-banyak, bagian intern aja," kata Minzy. Marvi yang sedang fokus membaca berkas ditangannya tidak memberikan tanggapan. "Vi? Gimana?" "Hm? Apanya yang gimana, sayang?" Tanya Marvi. Minzy tampak memutar bola mata sebal, "Aku mau pergi liburan. Kamu adain dong di kantor, biar banyakan, biar seru ..." "Liburan kemana?" "Aku mau

