Sore sudah menjelang, langit biru mulai berubah menjadi orange. Namun, Marvi belum juga menemukan keberadaan Minzy dan Minzy tak kunjung memberikan tanda bahwa ia akan segera datang ke rumah. Marvi sudah tidak tahu harus mencari kemana lagi, kepergian Minzy sangat diluar dugaan, ia tidak memiliki gambaran apapun kemana istrinya itu akan pergi. Ia mengusap rambutnya ke belakang sembari menatap langit dari balkon kamar mereka. Drrt ... Drrt ... Marvi langsung mengangkat panggilan masuk tersebut. "Ya?" "Halo Pak, Bu Minzy ada di Pantai Sanusa. Maaf karena saya baru bisa menemukan keberadaannya," Marvi menghela nafas lega. "Syukurlah ..." Gumamnya pelan. "Ibu sedang duduk di pinggir pantai Pak, sepertinya menunggu matahari terbenam." "Oke, saya akan ke sana. Pastikan Minzy tidak kemana

