Setelah Nazmi selesai mandi, Malika tengah membuat makan malam suaminya dengan keadaan yang belum siap. Rambutnya masih tergulung dengan handuk putih dan juga pakaiannya masih menggunakan handuk kimono. Nazmi mendekati wanita itu dan mencium pipinya. Kenapa tidak pakai baju?” “Hmm, kalau aku pakai baju, tidak akan sempat membuat makanan untuk Abang.” “Tapi pakai dalaman kan?” Seketika Malika tertawa dan mencubit hidungnya. “Tentu aku pakai. Mana mungkin aku biarkan lapang tanpa hambatan.” Nazmi pun ikut tertawa, memeluknya dari belakang. Menemani wanita itu memasak nasi orak arik. “Ini saja ya, soalnya kalau buat yang macem-macem bisa makan waktu lama. Abang kan mau pergi cepat.” “Iya, tidak masalah.” “Abang mau ketemu Raima?” “Tidak.” “Oh, aku kira mau bertemu dengannya.” “Tid

