Nazmi meremas tangan yang sedang digenggamnya itu, menarik Malika dan memintanya duduk dipangkuan. "Katakan padaku, sejujurnya bagaimana perasaanmu padaku?" tanya Nazmi. “Lupakan, aku tidak ingin bahas itu.” Malika turun dari pangkuannya, Nazmi menariknya lagi. “Kau mau meninggalkan aku?” tanyanya. “Kenapa tidak?” tanya Malika balik. Nazmi mengedip kelopak matanya beberapa kali. “Karena kau tidak bisa pergi begitu saja. Kontrakmu belum selesai.” “Bahkan kalau aku membayarnya, kontrak itu belum juga selesai?” Nazmi mengangguk. Malika membuang nafasnya dengan kasar dan memeluk pria itu. “Aku rela menjalani kontrak itu sampai akhir, tapi aku tidak sanggup terus dihina.” “Maafkan Raima.” “Ini baru permulaan, aku sudah mau disiram air panas. Besok-besok, mungkin aku akan dibunuhnya ka

