Angela berjalan masuk ke dalam ruangan Regan. Ia melihat Regan tengah sibuk dengan laptopnya. ‘Apa aku katakan saja padanya,’ batin Angela. “Ada apa, Angel? Kemarilah?” seru Regan menyadarkan lamunan Angela. Angela berjalan mendekati meja Regan dan menyimpan berkas yang ia bawa. “Ini tadi sudah aku selesaikan dan tinggal kamu tanda tangan saja, Direktur,” seru Angela. “Sepertinya ada hal lain yang ingin kamu sampaikan,” seru Regan yang kini fokus menatap Angela. Ia memfokuskan perhatian seluruhnya pada kekasihnya itu. “Emm Virendra menghubungiku,” seru Angela membuat Regan menaikkan sebelah alisnya. “Entah apalagi yang sedang mereka rencanakan. Dia memintaku datang ke rumah untuk makan malam,” ucap Angela

