“Hai, dicariin ternyata di sini,” Verrel menghampiri adiknya yang masih betah melamun di balkon. “Hmm, akhirnya selesai juga zam zoom meeting-meeting dari sore.” Khanza menoleh sambil manyun. Sedetik kemudian dia tertawa kecil melihat piring yang dibawa kakaknya. Berisi makan makan malam yang sudah disiapkan bibi sejak beberapa jam yang lalu. “Jam segini baru makan, memang kakak gak lapar dari tadi? gak bisa break sebentar buat makan dulu?” “Hmm, ini lagi penting banget. papa juga pesan banget kita harus menangin tender ini. Dari tadi tuh kakak ngurus itu. Biasanya juga gak gini banget.” jawab Verrel sambil mulai menyuap makanan ke mulutnya. “Hehehe, kasian, terus ngapain makan di sini? gak di meja makan?” tanya Khanza. “Gak ada teman. Sepi.” “Hmm, aku juga dari tadi sepi nungguin kak

