“Kurang ajar! Dasar buaya gak tau malu, bisa-bisanya dia ngasih bantal hati bekas pacarnya ke aku.” Sharell gregetan bukan main mengingat apa yang terjadi di mobil Verrel tadi. Sekarang sudah pukul 20.00 waktu setempat. Ia duduk berhadapan dengan Clara seperti biasa di meja makan. sejak tadi tak henti-hentinya Sharell menceritakan ulang apa yang terjadi seharian tadi di café. “Hahahahahhaaha, parah banget,” Clara tertawa puas. Mana bisa ia menahan untuk tidak menertawakan sahabatnya yang sekarang wajahnya memerah menahan kesal. “Asli parah banget. tapi tadi sempat terpesona ‘kan? ‘kan, ‘kan? Hayo ngaku?” ledeknya. “Ih, terpesona apaan?” Sharell berlagak membantah. “Hayo, ngaku aja lah, tadi pasti sesaat waktu dia kasih bantal itu, kamu pasti ngerasa gini … ‘oh my God, ternyata dia swee

