Ada-ada saja

1147 Kata

Sementara di café, Verrel sudah datang ke café sejak pagi. Bahkan sebelum para karyawan datang. Jdailah mereka bertiga salah tingkah. Takut kena marah saat santai-santai masuk ke café tiba-tiba tuan mereka sudah ada di sana. Apalagi Dina dan Desi, mulut mereka tak henti membicarakan Verrel sejak pertama mereka tiba bersamaan di halaman café. Seketika keduanya bungkam saat melihat sosok yang sedang asik jadi bahan rumpian ada di depan mata. “Pa-pak Verrel,” Dina lebih dulu menyadari keberadaan Verrel sebelum Desi melihatnya. “Hah? Pak Verrel?” Desi menoleh dan langsung bungkam. Verrel tak mau banyak basa-basi. Ia hanya menyapa seperlunya lalu kembali ke ruangannya. Tiga orang karyawan ini langsung sibuk kasak-kusuk kerja. Seribu kali lebih rajin dari biasanya. Meja di lap sampai tiga kal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN