“Gimana? Gimana Bi?” Khanza langsung menyambut tidak sabar saat bibi tiba di rumah. “Kak Sharell nya beneran jadi datang?” tanyanya. “Ada Non, sudah datang. Entah diantar siapa. Mobil merah tadi.” jawab bibi. “Oh, itu temannya kali.” tebak Khanza. “Iya, teman yang tinggal sama dia selama di kota ini.” sambung Verrel yang mendadak ikut nimbrung dengan bibi dan Khanza. “Kakak tau?” “Iya, yang mobil waktu itu ngikutin kita.” “Oh,” Khanza mengangguk-angguk. Bibi masih diam di tempat. Ingin langsung ke dapur takut kalau si nona tamu ini masih ada yang ingin diperintahkan lagi. “Maaf non, apa bibi boleh melanjutkan pekerjaan bibi yang lain? Kalau boleh bibi mau ke dapur dulu. atau mungkin den Verrel mau diantar ke café sekarang?” tanyanya dengan sopan. “Tadi non Sharell sudah saya perken

