Sambil melaju dengan kecepatan rendah, Clara berusaha meyakinkan Sharell untuk mengurungkan niatnya. Beberapa kali dia memberi gambaran kalau jadi pelayan cafe itu tidak mudah. Yang lelah, yang pusing, dan banyak lagi yang memungkinkan Sharell nantinya bakal banyak mengeluh. "Pikir sekali lagi Shar, belokan depan ke apartemen atau lurus ke alamat cafe itu?" tanya Clara untuk yang kesekian kalinya. Si nona manja ini kian bingung. Sudah rumit memikirkan rencana sayembara untuk dompetnya, sekarang juga harus mengambil keputusan mau lanjut atau tidak dengan rencananya. "Eng … lurus deh," jawabnya saat hampir tiba di belokan menuju apartemen. Dengan berat hati Clara menuruti kemauannya. Ya dipikir-pikir percuma juga di nasihati seperti apapun. Sharell memang agak kepala batu. Mungkin setela

