Ini Kenyataan

1480 Kata

Satu malam berlalu. Sharell nyaris tak bisa tidur. Mengira-ngira tentang nasibnya kedepan tanpa uang. Duni serasa runtuh. Mendadak muncul wajah Verrel dalam ingatannya. Bukan. Bukan ingat untuk kagum atau terkesan. Jauh dari itu. Yang Sharell ingat Verrel ini seperti membawa sial dalam hidupnya. Kalau saja hari pertemuan keluarga itu tidak ada, dia tidak harus keluar dari rumah demi menolak perjodohan. Tidak perlu asal pergi ke pulau seberang naik kapal lalu menjalani kehidupan baru di kota ini yang harus serba mandiri. “Shar, ayo dimakan. Gak usah mikir yang macam-macam deh, makan dulu, nanti kita langsung berangkat ke bengkel cari dompet kamu lagi.” Clara menyodorkan piring berisi nasi goreng buatannya. Sekarang mentari mulai bersinar. Mereka duduk berhadapan di meja makan minimalis.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN