Hari Yang Lelah

1011 Kata

“Capek, capek, capek!” Sharell tak hentinya mengeluh. Seharian tadi ia bekerja bagai babu. Babu dari dua mahkluk yang begitu kurang ajar seenaknya memerintah. Padahal jabatan di café sama. Mobil merah milik Clara menjemputnya diam-diam. Sharell sengaja minta pulang paling belakangan. Tentunya hal tersebut dimanfaatkan jadi kesempatan bagi Desi dan Dina. Kesempatan untuk pulang begitu saja tanpa beres-beres. Lalu melimpahkan semua tanggung jawab membersihkan semua alat masak, alat makan dan seisi ruangan café pada Sharell. Untung saja bibi datang sepuluh menit saat semua sudah pergi. Sharell yang hampir pingsan mengerjakan semua akhirnya selamat karena bibi. Bukan berlebihan ya, tapi untuk seseorang yang tidak pernah capek hidupnya, lalu mendadak seharian harus pontang-panting mengerjakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN