Pesan Penting

1100 Kata

Larut malam, Sharell belum bisa terpejam dengan tenang. Tubuhnya terasa sakit semua. Betisnya pegal, lengannya pegal. Pokoknya semua pegal. Bukannya takut menghadapi dua gadis kurang ajar itu. Tapi badan rasanya terlalu remuk untuk melakukan aktivitas yang sama lagi besok. "Aduh, gimana nih? Kalau besok gak masuk kerja, bisa-bisa bibi langsung cari pelayan baru. Aku kehilangan kesempatan. Padahal ini kebetulan yang gak disangka-sangka banget. Tapi kalau aku nekat kerja, badan gak karuan begini." Sharell bicara sendiri sambil memeluk bantal. Kamarnya sudah gelap. Sebentar lagi jarum jam sudah menunjukkan pergantian hari. Pikirannya kemana-mana. Teringat para bibi di rumahnya. Bibi yang jumlahnya sepuluh orang dengan tugasnya masing-masing. Diantara mereka ada yang sudah bekerja untuk kelu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN