“Jadi gimana? masih sanggup menghadapi kenyataan?” tanya Clara saat di meja makan. melihat pakaian Sharell sudah rapi di pagi ini. Sebenarnya dalam hati ia tak tega sekaligus gregetan mendengar kondisi di lingkungan kerja café tersebut. “Hmm, badan masih pada sakit. Tapi mau gimana lagi.” Sharell duduk dan ikut sarapan. “Ingat ya, jangan mau dibodohin. Jangan mau dikerjain. Lawan.” Serunya. Bukan bermaksdu mengompori. Tapi dua gadis kurang ajar itu memang terhitung keterlaluan. “Iya lah, enak aja. Emang kalau di tempat kerja suka pada sok senior dan seenaknya begitu ya?” “Gak lah, di kantor aku gak begitu. Waktu aku pertama banget kerja juga gak begitu. Emang itu orangnya aja yang eror. Perlu dibasmi.” “Tapi kalau dibasmi nanti orangnya kehilangan pekerjaan dong,” “Ya bukan dibasmi b

