“Morning,” Clara menyapa Sharell yang baru saja keluar dari kamarnya. Kali ini mereka bisa sama-sama lagi di meja makan.tidak seperti kemarin, yang satu pergi pagi buta. Dan yang satu baru keluar kamar. “Morning juga, cie semangat banget yang mau naik angkot,” ledek Sharell. “Dih, nyebelin. Senang banget kayaknya lihat aku naik angkot.” Clara lalu meletakkan roti tawar yang baru ia oleskan dengan selai coklat di sebuah piring kecil. Sudah ada dua pasang roti dan dua gelas s**u di meja. “Gak apa-apa ‘kan, sekali-kali naik angkot.” Sharell masih meledek lagi. ia lalu membuka kursi. Penglihatannya menjelajah apa yang ada di meja. Hanya ada dua porsi roti tawar dan s**u. Seingatnya stok buah-buahan di kulkas yang ia beli beberapa hari lalu memang sudah habis. “Serius kenyang nih sarapan kay

