Meski sempat meminta sekretarisnya mengosongkan jadwal dalam beberapa hari kedepan karena semula ingin sepanjang waktu mengawasi Sharell di café, tetap saja ada beberapa klien yang langsung menelpon Verrel dan meminta waktu untuk membicarakan project mereka. Kebetulan untuk di kota ini Pak Pram lah yang paling sering meminta bertemu dengan Verrel. Dan ajakan untuk kembali langsung meninjau ke lokasi proyek kali ini membuat Verrel bisa melepaskan diri dari kurungan adiknya. “Udah ya, kakak harus pergi nih, jangan perang dingin lagi sama bibi, damai aja lah. Gak enak tau kayak gini. Lagian juga kamu bakal sering kakak tinggal sibuk nantinya. Kakak mau bilang sama sekretaris kakak buat atur ulang semua jadwal meeting yang tertunda kemarin-kemarin.” kata Verrel yang sudah rapid an bersiap per

