Bolak-balik Sharell menatap layar ponselnya. Ada rasa gengsi. Memang dasar dia ini dengan adiknya saja masih gengsi. Kalau diingat-ingat seumur-umur sejak lahir sampai sama-sama besar, Sharell memang belum pernah sekalipun minta bantuan uang pada adiknya. Yang ada malah sebaliknya, adiknya yang selalu minta tambahan uang jajan pada Sharell. Maklum, orang tua Sharell memang tidak begitu percaya pada putranya soal uang. Kelakuan Randi memang cenderung boros. Berbeda jauh dengan Sharell. “Ah, tapi gak ada pilihan lain, kalau bukan minta tolong ke Randi, mau ke siapa lagi? masa iya minta sama mama? Yang ada aku langsung diceramahi habis dan suruh pulang sekarang juga.” Dia mengoceh sendiri sambil duduk di sofa. Beberapa menit ia terdiam lagi. berpikir sambil bersantai sejenak. Rasa-rasanya

