Ting! Pintu lift terbuka. Sharell berjalan menuju unit apartemen sambil merogoh tasnya mencari kunci. Tiba di depan pintu ia membukanya. Empat kantong belanjaan itu ia bawa masuk. Sekarang lengannya terasa begitu pegal. Baru membawa empat kantong belanjaan seperti ini saja sudah terasa begitu melelahkan. Dia lalu diam sejenak. Duduk di sofa sambil meluruskan kaki setelah mengunci kembali pintu itu. Tiba-tiba saja Sharell terbayang apa-apa yang sudah ia lihat di luaran sana sepanjang hari ini. banyak orang yang harus melakoni pekerjaan berat demi mencari uang. Atau lebih tepatnya demi menyambung hidup. Kalau hanya empat kantong belanjaan ini rasanya belum ada apa-apanya dengan kerasnya beban hidup orang-orang di luaran sana. “Ya Allah, Alhamdulillah ya papa sama mama dari dulu selalu kasi

