Biarkan Saja

1103 Kata

“Nyonya, nyonya … maaf nyonya, itu tuan sudah pulang.” salahseorang bibi menghampiri mama Sharell yang masih duduk bersandar lemas di samping meja telepon. sementara bibi yang lain membukakan gerbang. Yang dipanggil diam saja. Sekarang hatinya memang lega setelah mendengar kabar keberadaan putrinya. Tapi bukan berarti masalah selesai. Rasa malu terhadap keluarga Egan masih membekas. Iya, walaupun mereka kedengaran maklum. Tapi rasanya tindakan Sharell itu seperti cermin kegagalan keluarga ini mendidik putrinya dalam bersikap. Belum lagi memikirkan bagaimana nanti kalau papa Sharell mendengar ini semua. Tempo hari saat Sharell menelepon, papanya memang kedengaran sudah maklum dan menerima keputusan anak perempuannya pergi. Bahkan papanya ingin membiarkan saja biar Sharell merasakan hidup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN