Satu malam lagi telah berlalu. Semalam Sharell menceritakan betapa sialnya hari kemarin. sambil terus-terusan ia membuka ponsel. Lagi-lagi mengintip notifikasi pesan. Sambil ngobrol ini itu yang isinya tidak lain semua tentang rasa kesal yang ujung-ujungnya dia pikir gara-gara Verrel, Sharell bolak-balik membuka kunci layar ponselnya. Tidak berbunyi, tidak ada pesan masuk, pokoknya tidak ada. Clara lama-lama risih juga melihat kelakuan sahabatnya yang bolak-balik memeriksa layar ponsel. Kadang setelah itu Sharell jadi bertanya sendiri seperti. “Tadi aku certa sampai mana?” padahal sedetik sebelumnya bibirnya sudah manyun-manyun tak karuan saking ekspresifnya menceritakan si es batu yang menyebalkan itu. Maka Clara juga sudah tidak terhitung menegurnya dan bilang, “Eh, udah kali, nginti

