Jantung Sharell berdebar tak karuan. Sebenarnya ini bukan kali pertama ia mengendap-endap seperti ini. sewaktu kabur dari rumah sesaat setelah pertemuan dengan keluarga Verrel tempo hari juga dia mengendap-endap sampai berhasil lolos. Tapi sekarang rasanya lain. Ini bukan di rumah sendiri. Di sebuah rumah asing yang meski ia sudah tahu siapa yang ada di dalamnya. Tetap saja rasa takut diteriaki maling itu sedikit terselip menghantui hati. Halaman rumah kosong. Di dalam sepertinya terdengar suara para penghuni rumah sedang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Sharell pasang telinga lagi. menajamkan pendengarannya. Sepertinya itu bukan di dalam rumah. Ia, kelihatan rumah ini memang memiliki halaman samping. Sharell bersembunyi di dinding sambil perlahan ingin mengintip ke halaman sampin

