Tanpa membuang waktu lagi Verrel menghampiri pria yang wajahnya terasa tida asing itu. Iya, dia yang bersama Sharell di pelabuhan dan sempat diakui Sharell sebagai teman liburannya di kota ini. teman yang mencurigakan. “Hei, Ada urusan apa lu sama Sharell? Jangan pernah berani-berani maksa ngikutin dia kayak tadi.” ucap Verrel dengan nada dingin dan tatapan menusuk. Yang diajak bicara langsung kaget. Rio menoleh. Ia juga merasa tidak asing dengan pria yang mendadak menghampirinya itu. “Kayaknya kita pernah ketemu ya?” tanya Rio santai. Dia sepertinya belum bisa membaca kalau orang yang berdiri di hadapannya itu benar-benar sedang menahan emosi. “Gak penting pertanyaan lu.” Verrel tanpa sengaja melihat isi layar ponsel yang ada di genggaman tangan Rio. Ponsel dengan layar besar itu mem

