Alana masih tidak menyangka jika Langit punya circle pertemanan yang di luar nalar. Bahkan, bukan hanya Karin dan penyelenggara pesta saja yang dikenal oleh pria itu. Sejak tadi, ada saja orang yang tampak mengenal Langit dan menyapanya dengan hangat. Dari cara mereka bicara dengan Langit, seolah-olah Langit adalah bagian dari kalangan mereka. Alana lebih banyak diam. Ia benar-benar merasa asing dengan lingkungan ini. Sedangkan Langit juga tampak beberapa kali asyik mengobrol dengan kenalannya, membuat intensitas komunikasinya dengan Alana sangat terbatas. “Lang, udah dateng? Nunggu sana aja, yuk! Bentar lagi Kak Rachel datang. Bawa kado, kan?” tanya seorang pria berperawakan tinggi - setara dengan Langit, dan memiliki garis wajah yang tajam. Langit menoleh ke arah Alana, membuat gadis

