Alana menahan napasnya saat Langit mengajaknya memasuki sebuah ballroom hotel mewah. Langkahnya terasa berat, ragu untuk melangkah ke depan. Dan hal itu akhirnya disadari oleh Langit yang dengan siaga langsung menolehkan kepalanya ke arah Alana. “Kenapa? Ada yang bikin kamu nggak nyaman?” tanya Langit. “Kakak bilang pesta ulang tahun aja, kan? Kok di sini?” bingung Alana. Awalnya, ia berpikir jika pestanya akan diadakan di rumah atau di sebuah restoran, cafe, atau semacamnya. Namun, siapa sangka jika pestanya akan diadakan di sebuah hotel? “Iya, pesta ulang tahun, kok. Sudah, ayo!” Langit kembali mengaitkan tangan Alana ke lengannya. Lalu, ia mengajak gadis itu untuk segera masuk ke area pesta. Alana semakin terkejut melihat dekorasi pesta yang begitu mewah layaknya resepsi pernikaha

