▪️27▪️Curiga

1278 Kata

Beberapa kali ia melirik ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Jarum yang menunjukkan pukul sembilan lebih lima menit itu membuatnya menggersah beberapa kali. Tak hanya gelisah melihat ke arah jam, beberapa kali ia juga mengecek ponselnya. "Apa dia lupa?" gumamnya setelah merasa bahwa sosok yang ia tunggu tam kunjung datang. "Coba telfon, deh." Baru saja jempolnya akan memencet tombol berbentuk telefon, sebuah pesan baru masuk ke ponselnya. *Gezra : Ra, maaf, ya. Hari ini kita batal jalan. Soalnya ada kepentingan mendadak.* Ia —Kyra mendesah kecewa. Jelas ia sangat kecewa. Satu jam menunggu dan akhirnya mendapat kepastian yang meruntuhkan harapan. Namun, sebisa mungkin ia berpikir positif. Ia memahami keadaan Gezra. Mahasiswa tingkat akhir yang harus bergegas menyel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN