Daniel masih setia menunggu di kamar tamu, Ia menunggu panggilan dari sang Nona yang berencana akan pergi makan malam bersama clientnya. Walaupun besok adalah akhir pekan, namun Daniel mengusulkan diri untuk mengantar sang Nona malam ini. Alasan Daniel bukan semata mata karena ingin dipandang baik atau ingin kenaikan gaji. Entahlah, hanya seperti dorongan alami dari dirinya sendiri. Pukul tujuh malam pintu kamar tamu diketuk oleh seorang pelayan muda, peyalan itu melempar senyum tipis pada Daniel, lalu mengatakan bahwa nona sudah hampir siap dan Daniel harus segera menyiapkan mobil juga. Daniel langsung melaksankan tugasnya, Ia bergegas turun menyiapkan mobil. Ada hal yang Daniel herankan dari rumah mewah milik Alexia ini. Di dalamnya tidak ada pelayan yang sudah berusia lebih dari 3

