'Sampai kapan akan terus terpaku pada masa lalu' Pulang dari kantor Xia memutuskan untuk mandi, dia berendam di dalam bathup, pandangannya lurus ke depan, otaknya sibuk memikirkan ucapan Zaheen tadi. Apa dia perlu berubah? Apa dia perlu memaafkan semua orang yang pernah menyakitinya? Itu bukan perkara mudah, memaafkan tidak semudah itu baginya. Setiap kali Alexia mencoba, setiap itu pula otaknya memutar semua kenangan buruk yang pernah dia alami. Kebohongan, di dustai, di khianati, dan di buang seolah tak di butuhkan lagi membuat dirinya selalu mengatakan bahwa dia tidak boleh memaafkan dengan mudahnya, apapun yang mereka tabur itulah yang akan mereka tuai. Tidak peduli seberapa keras usahanya untuk tetap baik baik saja, berusaha keras untuk menampilkan senyum tulus di hadapan mereka

