Apa arti hidup sesungguhnya? Pertanyaan itu selalu melintas di benak Alexia, dia tidak paham artinya hidup sebagai manusia normal pada umumnya, dia bahkan sering tidak memahami perasaannya sendiri. Alexia sejak kecil di perlakukan berbeda dengan anak seusianya, semua itu karna faktor keluarga. Sejak kecil Alexia gemar sekali membaca buku dongeng, dia selalu berharap bisa menjadi putri kerajaan yang di akhir cerita menemukan kebahagiaan, tapi dalam kasusnya bahkan satu titik cahaya kebahagiaan saja tidak terlihat sama sekali. Hatinya sudah mati, dia tidak bisa lagi mempercayai orang lain seratus persen, dia selalu meyakinkan dirinya bahwa tidak ada manusia yang bisa di percaya, bahkan dirinya sendiripun adalah pendusta. Bagi Alexia menaruh kepercayaan pada seseorang adalah langkah aw

